Tribun Bandar Lampung

3 Terdakwa Korupsi Disdik Lamsel Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan

Ketua majelis hakim Syamsudin memutuskan terdakwa Yusmardi bersalah sehingga diganjar pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 240 juta.

3 Terdakwa Korupsi Disdik Lamsel Divonis Lebih Tinggi dari Tuntutan
Tribun Lampung/Hanif
Sidang vonis perkara korupsi proyek pengadaan alat olahraga Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (18/11/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tiga terdakwa tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat olahraga Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 tertunduk lemas.

Mereka divonis hukuman lebih tinggi daripada tuntutan.

Ketiganya adalah Yusmardi, Nur Muhammad, dan Zulfikri.

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (18/11/2019), ketiganya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan sebagaimana diatur dalam pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 huruf a dan b Undang-undang RI No 31 Tahun 1999.

Ketua majelis hakim Syamsudin memutuskan terdakwa Yusmardi bersalah sehingga diganjar pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 240 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan ini lebih tinggi satu tahun dibandingkan tuntutan JPU.

Jadi Buron Kasus Korupsi Disdik, Keponakan Mantan Gubernur Lampung Dijebloskan ke Lapas

Sempat Alami Jalan Buntu, Perkara Korupsi Disdik Lampung Selatan Seret PNS

"Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 460 juta. Jika tidak mampu membayar, maka harta benda disita dan dapat dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika masih belum cukup, maka diganti dengan pidana dua tahun penjara," kata Syamsudin.

Sementara terdakwa Zulfikri dijatuhi hukuman empat tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. 

"Terdakwa juga wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 82 juta. Jika dalam waktu satu bulan sesudah putusan memiliki kekuatan hukum tetap belum dibayar, maka dilakukan penyitaan aset untuk dilelang. Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman pidana satu tahun penjara," sebutnya.

Terpisah, majelis hakim mengganjar terdakwa Nur Muhammad dengan hukuman empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved