Dugaan Korupsi Dana Desa di Mesuji

Begini Modus Kades di Mesuji Simpangkan Dana Desa Rp 123 Juta

Mantan Kepala Desa Muara Mas Istamam (54) didakwa menggelapkan modal usaha yang bersumber dari Dana Desa 2018.

Tribunlampung.co.id/Hanif
Mantan Kepala Desa Muara Mas Istamam (54) menjalani sidang di PN Tanjungkarang, Jumat 31 Januari 2020. Istamam didakwa menggelapkan modal usaha yang bersumber dari Dana Desa 2018 senilai Rp 123 juta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mantan Kepala Desa Muara Mas Istamam (54) didakwa menggelapkan modal usaha yang bersumber dari Dana Desa 2018.

Total kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini mencapai Rp 123 juta.

Ia menyimpangkan dana tersebut dengan modus menyalurkan sendiri modal usaha jual beli gabah.

Istamam menjadi terdakwa dalam sidang perkara dugaan korupsi Bumdes Muara Jaya, Desa Muara Mas, Mesuji Timur, yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (31/1/2020).

Jaksa penuntut umum (JPU) Husni Mubaroq mengatakan, pada tahun 2018 BUMDes Muara Jaya di Desa Muara Mas mendapatkan dana penyertaan modal yang diperuntukkan usaha jual beli gabah sebesar Rp 73.885.500.

Setor Dana Bumdes Rp 50 Juta ke Kades, Ketua dan Bendahara Diberi Imbalan Rp 800 Ribu

Bukannya untuk Majukan Desa, Mantan Kades di Mesuji Malah Selewengkan Dana Bumdes

Dilaporkan Hilang, Remaja Bisu di Kota Agung Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Sungai

Mengenal Wisata Durian H Haqui di Lampung Selatan, Pengunjung Dibatasi Agar Tidak Kecewa

Dana tersebut bersumber dari dana desa di Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

"Sebelum mendapatkan dana penyertaan modal tahun 2018 tersebut, terdakwa memerintahkan saksi Sudarno selaku sekretaris Desa Muara Mas untuk membuat proposal permohonan bantuan permodalan Bumdes Muara Jaya, Desa Muara Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji," katanya.

Pembuatan proposal ini, lanjut JPU, tanpa dilakukan musyawarah terlebih dahulu.

Bahkan, proposal itu juga tidak diketahui oleh saksi Yesaya Kusmo Hadi selaku ketua Bumdes Muara Jaya.

"Pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2018, terdakwa bersama saksi Arif Juantoro selaku bendahara Desa Muara Mas mencairkan dana yang bersumber dari APBDes Muara Mas 2018 senilai Rp 147.420.500," kata JPU.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved