Breaking News:

Terbukti Jual Beli Kursi, Komisioner KPU Lampung Dicopot

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah resmi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Ilustrasi pemerasan Bangkapost
Ilustrasi - Komisioner KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah resmi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI dalam kasus jual beli kursi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah resmi diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Pencopotan Esti Nur Fatonah disampaikan dalam sidang pembacaan putusan 13 perkara pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang dilaksanakan di Kantor DKPP RI, ruang sidang lantai lima, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020) siang. 

Dalam amar putusan sesuai Putusan Perkara Nomor 329-PKE-DKPP/XII/2019, majelis sidang DKPP RI menyatakan mengabulkan permohonan pengadu untuk seluruhnya.

"Teradu ENF terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar kode etik penyelenggara pemilu dan memberhentikan secara tetap ENF sebagai anggota KPU Provinsi Lampung," kata majelis.

Kasus Dugaan Jual Beli Kursi KPU di Lampung, Komisioner KPU: Saya Tak Pernah Terima atau Minta Uang

Diduga Minta Duit Rp 150 Juta, Oknum Anggota KPU Lampung Dilaporkan Praktik Jual Beli Kursi

Istri Tak di Rumah, Pria Way Halim Cabuli Dua Bocah Tetangganya

Rampas Motor Debitur, 3 Debt Collector Ini Terancam 9 Tahun Penjara

Dalam putusannya, majelis menyebut Esti Nur Fatonah terbukti melanggar pasal 22 ayat 1 Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 juncto pasal 37 ayat 4 Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2019. 

Selain itu, majelis sidang DKPP RI menyatakan bahwa apa yang dilakukan Esti Nur Fatonah melanggar nilai-nilai kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

Dijelaskan bahwa saksi pengadu Gentur Sumedi dalam kesaksiannya menceritakan kronologi dan berulang kali mengucapkan nama Lilis Pujiati sebagai orang yang berkomunikasi langsung dan menawarkan bantuan untuk meloloskan nama istrinya, Viza Yelisanti, sebagai calon anggota KPU Tulangbawang dengan syarat memberikan uang sebesar Rp 150 juta. 

Gentur mengaku bertemu Lilis Pujiati di kamar 7010 Swiss-belhotel, Bandar Lampung.

Di kamar tersebut ada pula anggota KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fatonah.

Kemudian pada 4 November 2019, Gentur menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada Lilis Pujiati di dalam mobil milik rekan Gentur disertai kuitansi pembayaran di parkiran Hotel Horison, Bandar Lampung. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved