Polda Lampung Ungkap Kasus Amankan Sabu 748,4 Gram Senilai Rp 1 Miliar

Ungkap jaringan perdagangan gelap narkoba ini bermula dari informasi masyarakat yang dikembangkan.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Direktur Resnarkoba Polda Lampung Shobarmen (kiri) dan Kabid Humas Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menunjukkan barang bukti narkoba dalam ekspose di Mapolda Lampung, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -  Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 748,4 gram diamankan Direktorat Narkoba Polda Lampung diklaim senilai Rp 1 miliar.

Barang bukti lainnya yakni 300 butir pil ekstasi dan serbuk ekstasi seberat 102,2 gram diklaim senilai Rp 75 juta.

Sabu dan ekstasi itu itu diamankan dari dua lokasi berbeda di Bandar Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, barang bukti sabu seberat 706,2 diamankan dari kediaman pelaku di Jalan Sam Ratulangi, Gang Dahlia, Gedong Air Bandar Lampung 18 Februari 2020.

Sedangkan barang bukti sabu 42,2 gram diamankan di rumah pelaku inisial D (DPO) di Jalan Dr Soetomo, Bandar Lampung.

Drama Pembunuhan Petani, Istri dan Selingkuhan Pelaku Utama, Ngaku Tak Menyesal  

Pelajar Kepergok Berduaan di Hotel, Siswa dan Siswi Kenakan Seragam SMA saat Dirazia

Buronan KPK Disebut Sembunyi di Apartemen Mewah, Dijaga Pasukan Khusus

Menlu Nyatakan Tiga WNI Bekerja di Kapal Pesiar Terjangkit Virus Corona

Alasan Prabowo Subianto Kecewa Meski Disambut Sorak Sorai Ratusan WNI di Natuna

“Sabu 706,2 gram dibungkus teh China dan kami sita juga 190 butir pil ekstasi".

"Dari kediaman D, selain sabu 42,2 gram yang dibungkus plastik klip sedang, kami sita juga 110 butir pil ekstasi," urai Pandra saat ekspose di Ditresnarkoba Polda Lampung, Rabu (19/2/2020).

Merujuk barang bukti narkoba itu, pihaknya mengamankan tiga pelaku yakni, Taufik Kurniawan (24) warga Jalan Sam Ratulangi Gang Dahlia Gedong Air, Agil Aria Dimas (22) dan Husen Matahari (22) warga Jalan Dr Sutomo, Penengahan, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Ia menambahkan, ungkap jaringan perdagangan gelap narkoba ini bermula dari informasi masyarakat yang dikembangkan.

Halaman
123
Penulis: hanif mustafa
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved