Kasus Corona di Lampung

Kadisdukcapil Imbau Masyarakat Tunda Pengurusan Adminduk yang Tidak Mendesak

Kadisdukcapil Bandar Lampung A Zainuddin mengimbau masyarakat selain dengan keperluan yag mendesak, untuk dapat menunda permintaan pelayanan

Tribunlampung/Noval
Kepala Disdukcapil Bandar Lampung A Zainudin. Kadisdukcapil Imbau Masyarakat Tunda Pengurusan Adminduk yang Tidak Mendesak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN beberapa hari lalu telah menginstruksikan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melakukan pekerjaan dengan sistem Work From Home (WFH).

Namun, dalam Surat Edaran Nomor 443/452/IV.06/2020 tentang Antisipasi Persebaran Virus Corona (Covid-19) Bagi ASN di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung tersebut menunjuk beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bandar Lampung untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu OPD yang diberikan mandat untuk tetap melakukan pelayanan adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung.

Berdasarkan instruksi tersebut, Kadisdukcapil Bandar Lampung A Zainudin mengimbau masyarakat selain dengan keperluan yang mendesak, untuk dapat menunda permintaan pelayanan adminduk yang tidak terlalu penting selama masa gawat darurat pandemi Covid-19 atau dalam kurun waktu yang diinstruksikan pemerintah.

"Kalau sifatnya mendesak masyarakat bisa mengurus atau meminta layanan di Disdukcapil. Tapi bagi masyarakat yang masih bisa menunda untuk layanan atau mengurus KTP atau KK tidak mendesak, seyogyanya masyarakat bisa menunda," ujarnya kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (28/3/2020).

Dampak Corona, Pendapatan Sopir Bus Antar Kota/Kabupaten di Lampung Menurun: Kadang Nombok

Ada Wabah Corona, Begini Skenario Tak Mudik Tak Piknik Lebaran Tahun Ini

Semprot Disinfektan di Tanjung Senang, Eva Dwiana: Kesehatan adalah Tugas Anggota Keluarga

Relawan Peduli AlQuds Tanggap Corona Semprot Disinfektan Rumah Ibadah di Bandar Lampung

"Ini juga untuk mendukung pemerintah untuk memposisikan masyarakat tetap berada di rumah supaya terhindar dari virus (corona). Untuk waktu kita ikuti pemerintah, mungkin sampai 2-4 minggu ke depan," tuturnya.

Hal yang demikian tuturnya berlaku untuk setiap pelayanan yang disediakan oleh Disdukcapil Kota Bandar Lampung.

"Untuk layanan akte kelahiran, perkawinan maupun kematian seumpamanya bisa ditunda alangkah baiknya pengurusan berkas tersebut untuk dapat ditunda," jelasnya.

"Namun berkas yang penting seperti prasyarat pengobatan maupun ahli waris tetap akan kita layani dengan optimal," tambahnya.

Di lain bahasan, Zainuddin mengatakan untuk saat ini pihaknya telah meniadakan sementara proses perekaman e-ktp.

Namun, ia menekankan bahwa pihaknya tetap melakukan proses penyelesaian e-ktp yang sudah rekam.

Sementara, untuk setiap mekanisme tatap muka dengan masyarakat, ia mengatakan pihaknya akan memperpanjang jangka waktu per tiap fase tatap muka antara staf dan masyarakat.

"Dan untuk jangka waktu perpanjangan, kita ulur dari yang semula 3 hari sekarang jadi satu minggu. Hal tersebut untuk memperkecil interaksi staf dan masyarakat untuk sementara," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved