Kasus Corona di Lampung

Warga Lampung Berharap Pembebasan Tarif Listrik 450 VA hingga Subsidi Bukan Sekadar Wacana

Warga Lampung menunggu kejelasan regulasi kebijakan Presiden Jokowi terkait pembebasan tarif listrik untuk 450 VA dan diskon sebanyak 50 persen.

Tribunlampung.co.id/Deni
Pemilik rumah Aswati (67) saat menunjukkan meter listrik atau kWh meter di Jalan Gatot Subroto, Gang Jarum, RT 15 Lk II, Bumi Raya, Bumi Waras, Rabu (1/4/2020). Warga Lampung Berharap Pembebasan Tarif Listrik 450 VA hingga Subsidi Bukan Sekadar Wacana 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga Lampung menunggu kejelasan regulasi kebijakan Presiden Jokowi terkait pembebasan tarif listrik untuk 450 VA dan diskon pembayaran sebanyak 50 persen bagi 900 VA mulai April hingga Juni mendatang.

Salah satu warga Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung Eka Yuliana menuturkan, di rumahnya menggunakan 1.300 VA namun rumah orangtuanya menggunakan 900 VA.

"Jadi saya berharap regulasinya jelas seperti apa untuk pemberlakuannya. Terus gimana untuk penghitungan bagi pelanggan pra bayar karena mereka kan beli token," ujar ibu empat anak ini, Rabu 1 April 2020.

Dirinya tak menampik di situasi seperti ini, kondisi ekonomi turut melemah, bisnis salad buah milik orangtuanya terpengaruh.

Sehingga pembeli menjadi sepi akibat diliburkannya kegiatan perkuliahan.

Tarif Listrik Gratis 3 Bulan ke Depan, Bagaimana Pelanggan Listrik Token? Berikut Penjelasan PLN

Gratis Bayar Listrik 3 Bulan, PLN Distribusi Lampung Tunggu Juklak dari Pusat

Pul Bus dan Travel di Pringsewu Disemprot Disinfektan

Kadiskes Lampung Pastikan 2 Pasien Positif Corona di Lampung Sembuh: 2 Kali Tes Swab Negatif

Belum lagi kebijakan bagi pekerja untuk work from home.

"Terlebih kampus-kampus diliburkan, termasuk pekerja banyak yang work from home, padahal itu termasuk pelanggan yang sering beli," paparnya.

Hal senada diungkapkan Dewi, warga Rajabasa Bandar Lampung, sebagai pengguna listrik 450 VA, dirinya berharap kebijakan tersebut bener-bener direalisasikan.

"Apalagi suami sebagai penjual bakso keliling hasilnya semakin tidak jelas di situasi seperti ini, nyambi ngojek juga sepi. Saya sendiri hanya ibu rumah tangga," tutur ibu satu anak ini.

Akibat wabah corona, menurutnya dagangan suaminya tidak selalu laku habis karena anak-anak kosan yang berkuliah dimana merupakan pelanggan bakso pada pulang kampung sehingga lingkungan lebih sepi.

Halaman
1234
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved