Kasus Suap Lampung Tengah
Simon Susilo Baru Tahu Fee Proyek Rp 9 Miliar Setelah OTT KPK di Lampung Tengah
Kendati demikian, Simon Susilo mengaku turut serta mencari paket proyek di Lampung Tengah tahun anggaran 2018.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Simon Susilo mengaku baru tahu soal setoran fee proyek di Lampung Tengah setelah ada operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Bos PT Purna Arena Yudha ini bahkan awalnya tak menyadari uang yang disetorkan mencapai Rp 9 miliar.
Hal ini dikatakan Simon Susilo saat menjadi saksi dalam persidangan perkara dugaan suap dan gratifikasi Lampung Tengah di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (4/2/2021).
Dalam kesaksiannya, Simon mengatakan ia hanyalah pemegang saham di PT Purna Arena Yudha.
• BREAKING NEWS 2 Saksi Duduk di Kursi Pengunjung, Majelis Hakim: Anda Bisa Jadi Terdakwa
• Sony Adiwijaya Mengaku Diperintah Mustafa Cari Biaya untuk Ikut Pilgub Lampung
Sementara kegiatan operasional ditangani oleh Agus Purwanto selaku direktur.
Kendati demikian, Simon Susilo mengaku turut serta mencari paket proyek di Lampung Tengah tahun anggaran 2018.
Simon mengatakan, dirinya tak mengetahui jumlah commitment fee yang diserahkan Agus Purwanto kepada Taufik Rahman, eks Kadis Bina Marga Lampung Tengah.
"Saya sebelumnya tidak tahu. Setahu saya Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar. Tapi setelah adanya perkara ini, ternyata mencapai Rp 9 miliar. Karena yang mengatur usaha ini adalah Agus Purwanto," jelas Simon.
Simon menjelaskan, sebelum penyerahan commitment fee, ia sempat diajak oleh Agus Purwanto untuk menemui Mustafa, Bupati Lampung Tengah saat itu.
• PPK di Lampung Tengah Setor Rp 300 Juta ke Kadis Bina Marga: Itu Uang Pribadi Saya
• BREAKING NEWS Komplotan Pencuri Gudang Besi Tua di Kedamaian Diciduk Polisi
"Saya lupa pastinya. Tapi bulan September 2017. Agus datang ke Hotel Sheraton, yang mana menyampaikan jika Mustafa calon gubernur Lampung pengen ketemu di Sate Utami Way Halim," ucapnya.
Setelah berada di lokasi, Simon hanya bertemu Taufik Rahman.
Simon pun dijelaskan soal adanya paket pekerjaan di Lampung Tengah.
"Saya bilang silakan, dan saya balik karena ada acara. Jadi saya serahkan ke Pak Agus," tuturnya.
Setelah beberapa hari berlalu, Agus menyampaikan bahwa Taufik pinjam uang di kisaran Rp 4 miliar sampai Rp 5 miliar untuk proyek.
"Saya jelaskan ke Agus. Kalau dipandang proyek ini aman, silakan aja. Sebenarnya dalam masalah ini tidak perlu izin dengan saya. Tapi karena nanya, saya bilang kalau proyek aman dan menguntungkan, silakan," tandasnya.