Breaking News:

Berita Nasional

Aksi Bejat Ayah Rudapaksa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan Bayi Perempuan

Seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil dan melahirkan seorang bayi, di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Editor: Noval Andriansyah
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil dan melahirkan seorang bayi, di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Peristiwa kekerasan seksual terhadap anak oleh orang tua kandung tak ada habisnya.

Terbaru, seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil dan melahirkan seorang bayi.

Kejadian tersebut terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Kini, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga: Dengar Pengakuan Bapak Cabul, Penyidik Sampai Tahan Emosi, Kamu Itu Melebihi Binatang!

Baca juga: Djamaludin Ngaku Rasakan Kenikmatan Seusai Cabuli Putri Kandungnya, Penyidik: Puas Kamu!

Z (47) ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Tanjungbalai dari kediamannya.

Z yang merupakan seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun.

Bahkan aksi bejat Z menyebabkan korban hamil dan melahirkan bayi perempuan.

Ilustrasi. Seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil dan melahirkan seorang bayi, di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Ilustrasi. Seorang ayah tega rudapaksa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil dan melahirkan seorang bayi, di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. (grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

"Tersangka akan kami jerat dengan Pasal 82 ayat (1), (2), dan (3) UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar," kata Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai AKP Rapi Pinakri, Sabtu (13/3/2021).

Tidak hanya itu, tersangka Z ini juga terancam Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 8 huruf b dengan ancaman pidana penjara 15 tahun, denda Rp 12 juta.

"Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik," kata AKP Rapi Pinakri.

Baca juga: Viral Tembok 300 Meter Tiba-tiba Dibangun hingga Menutup Akses Jalan Rumah di Ciledug

Baca juga: Pemilik Tanah Tak Terima Disebut Bangun Tembok untuk Menutup Akses Jalan Tetangga

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved