Wawancara Eksklusif
Wawancara Khusus Ketua PSMTI Lampung tentang Makna Imlek, Christian Chandra: Hal Jelek Ditinggalkan
wawancara khusus dengan ketua PSMTI Lampung Christian Chandra tentang makna imlek di Tahun Kelinci
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perayaan Imlek memiliki makna khusus bagi masyarakat Tionghoa. Perayaan Imlek pun disambung dengan meriah. Hal ini juga dilakukan oleh Paguyubang Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung dalam merayakan Imlek 2574 yang jatuh pada 22 Januari 2023 lalu.
Lantas apa makna Imlek di Tahun Kelinci ini dan apa saja kegiatan yang diselenggarakan mengingat pembatasan kegiatan masyarakat telah dihapuskan?. Berikut wawancara khusus Tribun Lampung dengan Ketua PSMTI Lampung Christian Chandra di Bandar Lampung, Senin (16/1/2023) lalu.
Sebenarnya apa itu Imlek?
Imlek sebenarnya bukan perayaaan agama tapi permulaan musim semi jadi bukan hanya orang beragama Budha saja yang merayakan Imlek.
Imlek untuk orang Tionghoa dirayakan semua, bukan hanya Tionghoa namun juga Korea, Jepang juga merayakannya. Karena memakai tanggalan Lunar, jadi itu adalah permulaan musim semi bukan hari raya keagamaan. Tahun ini adalah tahun kelinci biasanya kelinci itu bagus untuk manusia karena dia jadi teman kita.
Baca juga: Wawancara Eksklusif Musra Indonesia di Lampung Jaring Capres Harapan Rakyat
Baca juga: Barongsai Meriahkan Imlek di Lampung City Mall, Gubernur Arinal: Masyarakat Jaga Persaudaraan
Makna Imlek?
Terkait Imlek setiap tahun kita laksanakan, Imlek ini merupakan Sincia artinya bulan pertama di tahun yang baru. Kebiasaan yang kita lakukan menyambut Imlek adalah dengan bersih-bersih rumah, kalau ada biaya melakukan penggantian cat rumah, dan lainnya.
Artinya adalah kita membuang yang lama-lama dan memulai yang baru. Kalau ada sesuatu yang jelek yang kurang baik kita tinggalkan, kita kembali ke yang baru. Kalau misal ada perselisihan dalam keluarga atau dengan orang lain, biasanya setelah Hari Imlek kita bertemu dan lupakan semua. Kembali ke kondisi yang baik.
Adakah acara khusus terkait Imlek tahun ini dari PSMTI Lampung?
Tahun ini sebetulnya belum membuat acara yang begitu besar karena pencabutan PPKM juga baru dilakukan oleh pemerintah. Tapi dalam 10 hari ini kita sudah melakukan kegiatan bakti sosial ke beberapa lokasi nonstop sampai hari H Imlek 22 Januari mendatang.
Kita akan terus keliling ke saudara-saudara kita yang membutuhkan, prioritas kita berikan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya Tionghoa.
Bagaimana kontribusi warga Tionghoa dalam hal pembangunan di Lampung?
Selain menggelar bakti sosial (membagikan sembako), kami juga mencari anak-anak yang memerlukan beasiswa kuliah. Kita cari yang prestasinya bagus, berbakti kepada orangtua dan pergaulan maupun tutur katanya juga bagus.
Kita ambil dari siswa-siswi SMA supaya bisa kuliah. Bahkan kalau Tiongkok sudah buka, kita akan kirim siswa-siswi kita yang memenuhi syarat untuk bisa sekolah di negeri Tiongkok dan belajar berbahasa Mandarin.
Ada juga program donor darah, sunatan masal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemberian bantuan sumur bor untuk yang membutuhkan.
Korwil Astra Group Lampung Nurul Fadil Bicara soal Kampung Berseri Astra |
![]() |
---|
Bincang dengan Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang, Menuju Zero ODOL |
![]() |
---|
Pakar Hukum Unila Sebut Pemisahan Pemilu Rancu dan Membingungkan |
![]() |
---|
Hamartoni Ahadis Usung Program Puskesmas Mider di Lampung Utara |
![]() |
---|
Rektor Itera Sebut Panen Padi Bisa 3 Kali Setahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.