Liputan Khusus

Way Halim Bakal Miliki Gedung Pencakar Langit Superblok 62 Lantai

Tak hanya itu, nilai investasi gedung pencakar langit di kawasan Way Halim Bandar Lampung mencapai Rp 2 Triliun.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Indra Simanjuntak
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi kawasan superblok. Superblok di kawasan Way Halim Bandar Lampung dikabarkan akan dibangun di lahan seluas 20 hektare. 

Iklim Investasi di Bandar Lampung Baik

Pengamat Ekonomi dari CURS Erwin Octavianto menilai hadirnya Superblok di Way Halim Bandar Lampung merupakan kabar baik.

Hal ini menandakan iklim investasi yang ada sudah semakin bagus.

Kota Bandar Lampung sendiri memiliki trademark dan juga visi rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) untuk menjadi kawasan perdagangan dan jasa di skala regional.

Kondisi perkembangannya saat ini juga cukup baik.

Pernah juga kami melakukan kajian ekonomi regional di 2015, menganalisa terkait dengan potensi, peluang investasi, hingga kegiatan-kegiatan perekonomian di Kota Bandar Lampung.

Terkait kawasan perdagangan dan jasa memang harus dilihatnya masing-masing.

Jika dari aspek perdagangan tentu ada output yang diperdagangkan yang kemudian berdampak pada ekonomi masyarakat.

Kalau dari aspek jasa tentu ada jasa yang ditawarkan yang juga turut memberikan dampak pada kondisi perekonomian.

Sektor perdagangan dan jasa itu sendiri menjadi salah satu pilar di PDRB Kota Bandar Lampung.

Sebagai pilar tentu ini menjadi penting, karena naik turunnya pembangunan yang berdampak pada kedua sektor tersebut, diharapkan mampu menopang atau mendorong perekonomian di Kota Bandar Lampung.

Kalau kita lihat dari investasi yang ada saat ini banyaknya di bidang ritel dan perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Baca juga: Investasi Superblok Way Halim Capai Rp 2 Triliun, Ada Sekolah sampai Hotel

Bahkan Central Plaza juga kabarnya akan ada kepemilikan baru yang bakal dikembangkan lagi menjadi kegiatan perdagangan skala modern. Sementara kita melihat ada juga pusat perbelanjaan yang sudah tutup.

Hal itu bisa jadi karena efek dari kondisi pandemi Covid-19 dan efek munculnya mall yang lebih modern.

Belum lagi saat ini masyarakat memiliki kecenderungan untuk berbelanja secara online dibandingkan datang langsung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved