Berita Lampung

Satu Unit Hunian Rusunawa Metro Lampung Terbakar, Pemilik Lupa Matikan Kompor

Satu unit hunian di Rusunawa Metro Lampung terbakar akibat pemilik lupa matikan kompor saat cari rongsokan.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Kondisi satu hunian yang terbakar di Rusunawa Metro, Lampung pada Rabu (15/2/2023) akibat memasak air lalu ditinggal mencari rongsokan. 

Sebanyak dua armada Damkar dan 13 personel pemadam diterjunkan untuk memadamkan api agar tidak merambat ke hunian lainnya.

"Kita menerjunkan dua armada dengan 13 personel damkar untuk melaksanakan pemadaman kebakaran. Setelah kami cek kebakaran itu disebabkan oleh kompor di dapur," ucapnya.

"Setelah kami konfirmasi kepada pemiliknya yang baru saja datang, kompor itu dihidupkan dan lupa dimatikan saat para penghuninya meninggalkan kamar itu," ungkapnya

"Dari pengakuan pemilik tempatnya itu dia lupa mematikan kompor itu saat sedang memasak air. Beruntungnya memang belum sempat merambat dan kebakaran hanya terjadi di ruangan satu itu kemudian dapur," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Metro, Farida yang juga langsung terjun ke lokasi kebakaran mengungkapkan bahwa insiden itu disebabkan oleh kelalaian penghuni rusun.

Baca juga: Silaturahmi Kamtibmas, Kapolres Metro Polda Lampung Sambangi Poskamling di Jalan Bungur

"Kami menilai salah satunya ini merupakan kelalaian ya, dari penghuni rusunawa ini. Jadi memang perlu adanya edukasi terhadap penghuni-penghuni yang ada di rusunawa ini agar peduli terhadap lingkungannya," jelasnya.

"Mereka harusnya menjaga hunian yang mereka tempati agar lebih tertib dan aman. Kalau keluar harus dilihat dulu, dicek dulu jadi tidak sembarangan keluar-keluar begitu saja. Jadi dia benar-benar bertanggung jawab terhadap hunian itu," sambungnya.

Dirinya juga mengungkapkan, terdapat 198 hunian di dua gedung rusun yang diisi oleh 110 kepala keluarga.

Sementara terkait dengan tindak lanjut atas insiden kebakaran tersebut, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap penyebab kebakaran.

"Rusunawa ini memiliki 198 kamar, yang menghuni ada sekitar 110 kepala keluarga. Setelah kebakaran ini kita akan melakukan evaluasi dan pengkajian ulang, tentunya perlu edukasi yang jelas," kata dia.

"Untuk perbaikan dan kerugian nanti akan difasilitasi oleh BPBD, mungkin sepertinya akan ada bantuan," pungkasnya.

Diketahui, insiden kebakaran yang terjadi di satu hunian rusunawa itu merupakan kali pertama terjadi.

Petugas memperkirakan, kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 10 juta.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved