Berita Terkini Nasional
Program Nyeleneh Wong Meteng Ganjar Pranowo Bikin Ibu-ibu di Jawa Tengah Aman dan Bahagia
Pada 2013, AKI di Jateng mencapai 613 kasus, sedangkan AKB mencapai 5.481 kasus.
Pada 2013, AKI mencapai 613 kasus sementara AKB mencapai 5.481 kasus.
Lagi-lagi, keberhasilan Ganjar memaksimalkan program itu mendapatkan apresiasi dan respons positif.
Di antaranya dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.
Ini menjadi bukti bahwa Program 5NG ini sudah diakui nasional, bahkan diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.
Sementara itu, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengapresiasi keseriusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menangani stunting.
Program Ganjar dalam menangani stunting, kata Hasto, linier dengan upaya menekan stunting dan bisa dicontoh daerah lain.
Hasto juga memuji Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng). Program ini, terbukti berhasil mengurangi jumlah AKI di Jawa Tengah dan angkanya lebih rendah dibanding Jabar dan Jatim.
“Angka kematian bayinya juga bagus, 12 per seribu dan angka kematian balitanya juga Jawa Tengah ada 14 per seribu. Inilah prestasi Jawa Tengah, saya kira terasa bahwa jumlah yang meninggal juga menurun,” katanya.
Tak hanya itu, bahkan pada 2018 program ini berhasil menarik perhatian United States Agency for International Development (USAID) yang akan memberikan bantuan dana melalui program Jalin, yang merupakan program khusus dari USAID untuk menekan angka kematian ibu serta anak dengan mengkonsolidasikan lintas sektoral.
Sambutan baik dari berbagai pihak itu menjadi bukti bahwa program 5NG ini berjalan sangat efektif.
Keberpihakan Ganjar terhadap ibu hamil ini juga menjadi semacam suntikan agar lebih peduli dengan kesehatan ibu dan anak, dalam upaya menyambut kehidupan yang lebih baik.
Sebab, masalah yang terjadi akibat stunting bukan sekadar perawakan pendek.
Namun dari sisi kesehatan, stunting bisa menimbulkan komplikasi di antaranya perkembangan fisik anak, gangguan kognitif, gangguan mental-tingkah laku, kualitas kesehatan yang rendah, dan risiko penyakit degeneratif saat usia dewasa.
Misalnya diabetes melitus, penyakit jantung dan gagal ginjal.
Sedangkan dari segi sosio-ekonomi, stunting memberikan dampak berkurangnya kualitas dan produktivitas individu hingga risiko mengalami kemiskinan yang lebih tinggi.
Ganjar tampaknya paham betul, jika Program 5NG bukan hanya sekadar untuk menurunkan angka stunting juga kematian.
Tetapi juga memberikan rasa aman dan bahagia sehingga mampu meningkatkan kualitas ibu, bayi, dan balita.
Tak lain, untuk menyongsong SDM unggul, sehat, dan cerdas. (*)
(Tribunlampung.co.id/brb)
Tetangga Mohon Massa Tak Bakar Rumah Mewah Ahmad Sahroni |
![]() |
---|
Rumah Ahmad Sahroni Dijarah, Massa Ambil Tas Branded hingga Jam Richard Mille Rp 11,7 Miliar |
![]() |
---|
Massa Sempat Ingin Bakar Mobil Porsche 1600 Super Milik Ahmad Sahroni |
![]() |
---|
Staf Humas DPRD Makassar Wafat saat Ada Demo, Terjebak Api saat Selamatkan Rekan Kerja |
![]() |
---|
Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa, 67 Mobil dan 15 Motor Ikut Dilalap Api |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.