Lampung Bangkit

Kereta Babaranjang Lewat, Kota Balam Macet, Begini Opsi yang Ditawarkan Caleg DPR RI Hantoni Hasan

Hantoni Hasan pernah menyampaikan bersama sejawatnya sesama anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2009-2019 kepada PT Bukit Asam dan PJKA.

|
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Endra Zulkarnain
Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Caleg DPR RI dapil Lampung I Hantoni Hasan (kiri) saat berbincang di studio Tribun Lampung beberapa waktu lalu. 

“Gastronomi tidak sekedar mencicipi makanan dan minuman seperti berwisata kuliner, tapi juga punya keinginan kuat untuk mengetahui asal sejarah, sisi budaya atau filosofi makanan dan minuman tersebut,” ungkap Hantoni Hasan beberapa waktu lalu.

“Misalnya Lampung, ada makanan khas masyarakat lokal yang namanya seruit. Nah, orang jangan hanya tahu nama seruit saja, tapi juga mesti tahu filosofi seruit, apa saja kandungan yang ada didalamnya,” sambung Hantoni Hasan.

Untuk mengenalkan apa itu makanan khas Lampung khususnya bagi masyarakat luar Lampung, pengusung tagline ‘Lampung Bangkit’ ini ingin agar wisata gastronomi bisa dipadukan dengan tempat-tempat wisata di Lampung.

Baik itu wisata pantai maupun wisata alam yang saat ini mulai menjamur di beberapa wilayah di Lampung.

"Daerah Lampung sangat kaya dengan wisata, akan lebih baik potensi alam yang indah ini dipadu dengan wisata gastronomi. Bagaimana kedepan kita membuat konsep itu," papar mantan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKS ini.

Lanjutkan Kota Baru

Hantoni Hasan bertekat akan kembali melanjutkan pengembangan wilayah Kota Baru Lampung.

Hantoni menilai, pembangunan Kota Baru wajib dilanjutkan lantaran wilayah itu merupakan bagian dari pengembangan wilayah kota Bandar Lampung khususnya ibu kota Provinsi.

Hantoni Hasan menuturkan, pusat-pusat pengembangan wilayah semacam Kota Baru memang harus dibuat dan disiapkan sejak dini untuk mengurai kepadatan penduduk di Kota Bandar Lampung.

Dia menilai banyak dampak positif dari pengembangan Kota Baru. Diantaranya dari sisi pertumbuhan ekonomi.

Dia mencontohkan disekitar wilayah Kota Baru saat ini sudah ada kampus ITERA, yang saban tahun ribuan mahasiswa berkumpul disitu.

Ditambah lagi, keberadaan Polda Lampung yang juga sudah ada dikawasan pengembangan Kota Baru.

"Ketika itu berkembang otomatis kan akan ada mobilisasi masyarakat ke wilayah itu. Sehingga nanti Kota Bandar Lampung ini akan tertata, kemacetan yang terjadi saat ini akan terurai," papar Hantoni kepada Tribunlampung.co.id beberapa waktu lalu.

Jika dilihat dari aspek pertumbuhan ekonomi, keberadaan kota baru penting karena sebagai pusat pertumbuhan baru.

Dan tidak kalah penting, Hantoni menyebut jika wilayah Kota Baru ini juga menjadi penyambung akses masyarakat dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung.

Sehingga secara otomatis jika wilayah ini berkembang maka akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru masyarakat.

"Jadi apapun resikonya, harus kita lanjut (pengembangan kota baru). Kan sayang infrastruktur yang sudah terbangun disana," tegas mantan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKS ini.

Hantoni mengatakan, selama kepala daerah tidak main-main maka tidak akan ada masalah yang muncul.

Karena itu, Hantoni Hasan bertekat akan melanjutkan pembangunan Kota Baru sebagai bagian rencananya membangun Lampung. 

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/endra zulkarnain)


 

 

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved