Berita Lampung

Lebih dari 1.600 Ton Singkong Susah Terjual di Lampung Tengah

Ratusan truk bermuatan singkong antre berhari-hari hanya untuk menjual hasil panenan.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: soni
Tribun Lampung / Fajar Ihwani Sidiq
SUSAH JUAL SINGKONG - Panut, sopir truk, menjelaskan susahnya menjual singkong di Lampung Tengah sampai mengantre dua hari, Selasa (28/1/2025). 

"Harga di pabrik ini Rp 1.310 per kilogram dengan refraksi sekitar 28 persen. Dari harga tersebut petani mendapat untung bersih sekitar Rp 750 per kilogram," 

"Harga segitu petani mau-mau saja, karena tidak ada pilihan lain, cuma satu perusahaan yang buka, dan singkong mereka sudah urgent minta dipanen," kata dia.

Dia berharap, distribusi penjualan singkong berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Sebab, kata dia, yang diinginkan petani saat ini sesegera mungkin mencabut dan menjual singkong di ladangnya.

Panut pun mengklaim saat ini petani tidak keberatan dengan harga yang dibawah ketetapan surat edaran (SE) SE No 7 tahun 2025 tentang Pembinaan Petani dan Monitoring Harga dan Kualitas Ubi Kayu (singkong) di Provinsi Lampung.

"Kalau sudah begini petani tidak keberatan, soalnya kondisi di ladang mendesak karena kalau singkong kebanjiran bisa busuk," tutupnya.

 (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved