UMKM Lampung

Owner Roti Rokez Pertimbangkan Buka Cabang di Luar Bandar Lampung

Owner Roti Rokez, Dian Dwi Agustin (40), berencana untuk mengembangkan usaha kulinernya ke luar Bandar Lampung, namun tetap mengutamakan kualitas.

Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
BUKA CABANG: Para pegawai di toko Roti Rokez saat sedang bekerja, Senin (30/6/2025). Owner Roti Rokez, Dian Dwi Agustin (40), berencana untuk mengembangkan usaha kulinernya ke luar Bandar Lampung. Sejauh ini, outlet Rokez masih berada di seputaran Bandar Lampung. 

Dian juga menyediakan daycare untuk menitipkan anak-anak. Hal ini dilakukan agar karyawan-karyawan perempuannya yang memiliki anak kecil tak khawatir lagi saat bekerja.

“Daycare ini juga gratis, karena merupakan fasilitas dari kantor untuk mereka (karyawan),” jelas Dian.

Selain itu, sejumlah kegiatan juga kerap digelar Dian, demi menjaga para karyawannya. Seperti di antaranya, kegiatan mini pesantren, yang diadakan rutin setiap Jumat di seluruh outlet Rokez. Kegiatan mini pesantren ini dilakukan untuk meningkatkan iman dan taqwa seluruh karyawan yang bekerja di Rokez.

“Karena niat saya selain membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, saya juga harus bisa menyejahterakan serta berguna bagi para karyawan saya,” ucap Dian.

Pandemi Covid-19 Buat Dian 'Melahirkan' Rokez

Sebelumnya, kecintaan serta pengetahuan yang dimiliki di bidang kuliner, membuat Dian Dwi Agustin (40) memutar otaknya untuk membuat satu usaha.

Sampai akhirnya berdiri Rokez. Pada 17 Desember 2020, Dian memulai petualangannya di dunia kuliner dengan mengoperasikan Rokez dalam skala rumahan.

Ketika itu, Rokez masih bernama Roti Keset Anget. Serta dalam pembeliannya masih menggunakan sistem pre-order. Seiring berjalannya waktu, Dian pun mengubah namanya menjadi Rokez.

Tak pernah terpikirkan oleh Dian jika kini Rokez menjadi primadona masyarakat Bandar Lampung, bahkan Lampung. Tak hanya itu, Rokez juga kini bahkan menjadi buah tangan asal Bandar Lampung, lantaran tak ada di kota kota lain.

Tak sendiri, Dian menjalankan usahanya tersebut bersama seorang sahabatnya.

“Karena basic saya dan sahabat saya di bidang kuliner, akhirnya kami satukan resep dari teman saya dan saya,” kata Dian saat diwawancarai Senin (30/6/2025).

Sebenarnya, Dian sempat menjalani usaha kuliner lainnya. Namun, pandemi Covid-19 di awal Tahun 2020, menghantam bisnis kulinernya.

“Jumlah penjualan bisnis kuliner saya turun sampai 60 persen, sehingga saya harus memangkas sebagian besar (biaya) operasional,” ujar Dian.

Di tengah keterpurukan akibat hantaman pandemi Covid-19 itu, Dian pun mencari cara untuk bisa kembali bangkit, hingga menemukan ide roti keset tersebut.

Namun, di tengah usaha Dian dan sahabatnya bangkit dari pandemi Covid, justru ia diterpa musibah lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved