UMKM Lampung
Owner Roti Rokez Pertimbangkan Buka Cabang di Luar Bandar Lampung
Owner Roti Rokez, Dian Dwi Agustin (40), berencana untuk mengembangkan usaha kulinernya ke luar Bandar Lampung, namun tetap mengutamakan kualitas.
Dian juga menyediakan daycare untuk menitipkan anak-anak. Hal ini dilakukan agar karyawan-karyawan perempuannya yang memiliki anak kecil tak khawatir lagi saat bekerja.
“Daycare ini juga gratis, karena merupakan fasilitas dari kantor untuk mereka (karyawan),” jelas Dian.
Selain itu, sejumlah kegiatan juga kerap digelar Dian, demi menjaga para karyawannya. Seperti di antaranya, kegiatan mini pesantren, yang diadakan rutin setiap Jumat di seluruh outlet Rokez. Kegiatan mini pesantren ini dilakukan untuk meningkatkan iman dan taqwa seluruh karyawan yang bekerja di Rokez.
“Karena niat saya selain membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, saya juga harus bisa menyejahterakan serta berguna bagi para karyawan saya,” ucap Dian.
Pandemi Covid-19 Buat Dian 'Melahirkan' Rokez
Sebelumnya, kecintaan serta pengetahuan yang dimiliki di bidang kuliner, membuat Dian Dwi Agustin (40) memutar otaknya untuk membuat satu usaha.
Sampai akhirnya berdiri Rokez. Pada 17 Desember 2020, Dian memulai petualangannya di dunia kuliner dengan mengoperasikan Rokez dalam skala rumahan.
Ketika itu, Rokez masih bernama Roti Keset Anget. Serta dalam pembeliannya masih menggunakan sistem pre-order. Seiring berjalannya waktu, Dian pun mengubah namanya menjadi Rokez.
Tak pernah terpikirkan oleh Dian jika kini Rokez menjadi primadona masyarakat Bandar Lampung, bahkan Lampung. Tak hanya itu, Rokez juga kini bahkan menjadi buah tangan asal Bandar Lampung, lantaran tak ada di kota kota lain.
Tak sendiri, Dian menjalankan usahanya tersebut bersama seorang sahabatnya.
“Karena basic saya dan sahabat saya di bidang kuliner, akhirnya kami satukan resep dari teman saya dan saya,” kata Dian saat diwawancarai Senin (30/6/2025).
Sebenarnya, Dian sempat menjalani usaha kuliner lainnya. Namun, pandemi Covid-19 di awal Tahun 2020, menghantam bisnis kulinernya.
“Jumlah penjualan bisnis kuliner saya turun sampai 60 persen, sehingga saya harus memangkas sebagian besar (biaya) operasional,” ujar Dian.
Di tengah keterpurukan akibat hantaman pandemi Covid-19 itu, Dian pun mencari cara untuk bisa kembali bangkit, hingga menemukan ide roti keset tersebut.
Namun, di tengah usaha Dian dan sahabatnya bangkit dari pandemi Covid, justru ia diterpa musibah lain.
Ting-Ting Jahe Suryatim, dari Dapur Rumahan Jadi Buah Tangan Favorit Wisatawan |
![]() |
---|
Berbekal Video YouTube, Novi Hasilkan Olahan Ayam Salto Bermodalkan Rp 500 Ribu |
![]() |
---|
Owner Takir Ketan Durian Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Berkualitas |
![]() |
---|
Takir Ketan Durian, Sensasi Makan Ketan Campur Durian Dibalut Daun Pandan, Sudah Coba? |
![]() |
---|
Keunggulan Roti Rokez Satu di Antaranya Variasi Topping, Harga Mulai Rp 32 Ribu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.