Berita Terkini Nasional

Kades Ditangkap Gara-gara Tak Setor Uang Sewa Ruko, Dibangun di Atas Tanah Bengkok

Ruko tersebut dibangun kades di atas tanah bengkok menggunakan dana desa.

Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
ILUSTRASI UANG - Kepala desa atau kades ditangkap gara-gara tak setor uang sewa ruko ke kas desa. Ruko tersebut dibangun di atas tanah bengkok. 

"Penyewaan ruko dilakukan selama 20 tahun dan desa seharusnya memperoleh hak dari penyewaan itu, tapi nyatanya tidak," tegasnya.

Selain itu, ada surat perjanjian yang dibuat menyerupai sertifikat kepada penyewa.

"Tersangka membuat surat semacam sertifikat yang memang dasar hukumnya tidak ada," lanjutnya.

Setelah berstatus tersangka, Harga Satata diberhentikan sementara dari jabatan Kades Jaten.

Jabatan tersebut akan diisi oleh  Sekdes Jaten dengan status pelaksana tugas atau Plt.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 2, 3, dan 12 Undang-Undang  Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), terkait penyalahgunaan wewenang dan pemanfaatan aset negara dan saat ini diamankan di Rutan Polres Karanganyar," lanjutnya.

Ia menjelaskan Harga Satata pulang dari ibadah haji pada Juni 2025.

Belum diketahui sumber dana yang digunakan untuk ibadah haji berasal darimana.

"Setelah pulang dari ibadah, kami langsung memanggilnya dan meminta keterangan lagi dan setelah itu, kami tetapkan Kades Jaten sebagai tersangka," tandasnya.

Saat ini, Harga Satata telah ditahan di Rutan Polres Karanganyar.

"Pemeriksaan terhadap tersangka kali ini merupakan yang ketiga kalinya sejak kasus ini mulai diusut Kejaksaan pada tahun 2021," sambungnya.

Penyidik masih mendalami total kerugian desa akibat tindakan Harga Satata.

( Tribunlampung.co.id / Tribunnews.com )

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved