Pengembangan Metropolitan Lampung Raya
Akademisi Itera Ingatkan Risiko 'Urban Sprawl' Dibalik Rencana Metropolitan Lampung Raya
Yudha Rahman, mengingatkan agar kawasan Metropolitan ini nantinya tidak mengalami fenomena "Urban Sprawl" atau penjalaran kota yang tak terkendali.
|
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
URBAN SPRAWL - Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Itera, Yudha Rahman. Pihaknya mengingatkan agar kawasan Metropolitan ini nantinya tidak mengalami fenomena "Urban Sprawl" atau penjalaran kota yang tak terkendali.
"Pengalaman di Bandar Lampung menunjukkan manajemen BRT tanpa subsidi menyebabkan kualitas layanan menurun drastis. Integrasi transportasi ke depan harus memiliki komitmen politik dan fiskal yang berkelanjutan," tambahnya.
Lebih lanjut, Yudha juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh kawasan industri Katibung maupun proyek strategis lainnya tidak boleh melampaui Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH).
"Lingkungan yang sehat adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Tanpa perhitungan presisi terkait ketersediaan air dan daya tampung limbah, kita hanya akan mewariskan kerusakan ekosistem bagi generasi mendatang," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
Berita Terkait: #Pengembangan Metropolitan Lampung Raya
| Regulasi Metropolitan Harus Jelas, Apindo Lampung Rekomendasikan Pembentukan Badan Otorita |
|
|---|
| Pengamat Soroti Kesiapan Kawasan Metropolitan Lampung Raya, Butuh Perencanaan Matang |
|
|---|
| Apindo: Metropolitan Lampung Raya Berpotensi Jaring Investasi Rp 66 Triliun |
|
|---|
| Apindo Dorong Pembentukan Badan Otoritas Kawasan Metropolitan Lampung Raya |
|
|---|
| NU Lampung Dukung Metropolitan Lampung Raya, Ingatkan Pentingnya Kearifan Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Akademisi-Itera-Yudha-Rahman-soal-Metropolitan.jpg)