Berita Lampung

Hanyut di Sungai Way Halami, 2 Jasad Pemancing Ditemukan di Pantai Walur Krui

Rakhmat Afriza mengatakan, dua korban yang sempat hilang tiga hari telah ditemukan tewas oleh Tim SAR Lampung. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi SAR Lampung
JASAD PEMANCING - Tim SAR Lampung mencari korban yang hanyut di Sungai Way Halami, Pesisir Barat, Senin (2/2/2026). Dua jasad pemancing ditemukan di Pantai Walur, Kecamatan Krui Selatan pada Minggu (1/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sempat hilang tiga hari karena hanyut di Sungai Way Halami pada Jumat (30/1/2026) siang, jasad  warga Pekon Lemong, Pesisir Barat ditemukan di Pantai Walur, Kecamatan Krui Selatan pada Minggu (1/2/2026).

Kedua korban yakni Sukirman (54) dan Arnando Saputra (26).

Dantim Kantor SAR Lampung Rakhmat Afriza mengatakan, dua korban yang sempat hilang tiga hari telah ditemukan tewas oleh Tim SAR Lampung

"Dua korban tersebut sebelumnya memancing bersama dua orang lainnya di Sungai Way Halami pada Jumat (30/1/2026) siang, tanpa diduga debit air sungai meningkat secara cepat sehingga menimbulkan banjir mendadak," ujar Dantim Kantor SAR Lampung, Rakhmat Afriza, Senin (2/2/2026) malam. 

Dua orang berhasil menyelamatkan diri sementara dua orang lainnya terseret arus deras sungai.

Baca Juga Pria di Pringsewu Lampung Tewas Tenggelam Berusaha Selamatkan Bocah Hanyut 

"Berdasarkan informasi kejadian tersebut baru diterima keluarga korban pada malam hari dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pesisir Utara, saat ini telah ditemukan oleh tim SAR," kata Rakhmat. 

Tim sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat dan diteruskan ke Kantor SAR Lampung pada Sabtu (31/1/2026).

Sehingga operasi pencarian dan pertolongan dalam kategori Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) segera digelar.

Tim SAR gabungan sejak hari pertama dikerahkan ke lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara intensif.

Dengan menyisir aliran sungai hingga ke arah muara dan pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).

Serta didukung penggunaan perahu karet, alat pendeteksi bawah air, drone dan peralatan komunikasi.

Ia mengatakan, di lokasi pencarian menyampaikan bahwa seluruh upaya telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR. 

"Kami melakukan penyisiran darat dan air secara berlapis, termasuk memanfaatkan peralatan teknologi pencarian," ucapnya.

Serta tantangan utama di lapangan adalah kondisi cuaca yang berubah cepat serta kuatnya arus sungai. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved