Berita Lampung

Duel Dua Pelajar SMP di Bandar Lampung Dipicu Aksi Bullying 

insiden berdarah duel dua pelajar SMP di Bandar Lampung dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
TIGA DOKTER SPESIALIS - Korban berinisial V (13), warga Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung kini menjalani perawatan di RSUDAM, Selasa (26/5/2026). Tiga dokter spesialis diterjunkan guna memastikan tidak ada kerusakan serius pada organ dalam korban. 

Ringkasan Berita:
  • insiden berdarah tersebut dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying yang dialami pelaku.
  • sebelum penusukan terjadi, korban sempat mengajak pelaku berkelahi hingga keduanya terlibat pergumulan
  • pelaku menggunakan pisau dapur yang dipinjam dari temannya dan telah dibawa ke sekolah sebelum kejadian berlangsung.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kasus penusukan yang melibatkan dua pelajar SMP di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, menggegerkan masyarakat setelah seorang siswa berinisial K (13) nekat menusuk teman sekolahnya sendiri, V (13), pada Senin (25/5) siang.

Polisi mengungkap, insiden berdarah tersebut dipicu dugaan aksi perundungan atau bullying yang dialami pelaku.

Kapolresta Bandar Lampung, Alfret Jacob Tilukay, menjelaskan, sebelum penusukan terjadi, korban sempat mengajak pelaku berkelahi hingga keduanya terlibat pergumulan.

“Pelaku sempat diajak berkelahi oleh korban, kemudian terjadi pergumulan. Setelah itu pelaku mengeluarkan pisau dan melakukan penusukan,” ujar Alfret saat rilis kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (26/5.

Menurut polisi, pelaku menggunakan senjata tajam berupa pisau dapur yang dipinjam dari temannya dan telah dibawa ke sekolah sebelum kejadian berlangsung.

Akibat penusukan itu, korban mengalami tiga luka tusuk, yakni dua luka di bagian pinggang dan satu luka di bagian punggung. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di lingkungan sekolah, K dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang menonjol. Sejumlah teman sekolah mengaku terkejut atas tindakan nekat tersebut.

E (13), salah seorang teman pelaku, mengatakan bahwa K selama ini dikenal pendiam meski tetap bergaul dengan teman-temannya.

“Orangnya memang lebih pendiam, tapi tetap main sama teman-teman seperti biasa,” kata E saat ditemui di luar sekolah, Selasa (26/5).

Ia menambahkan, pelaku tidak pernah menunjukkan perilaku aneh ataupun konflik terbuka dengan siswa lain di sekolah.

Hubungan antara pelaku dan korban pun disebut tidak terlalu dekat. Keduanya berada di kelas VII yang berbeda dan tidak tinggal dalam lingkungan yang sama meskipun sama-sama berdomisili di Way Halim.

Warga sekitar rumah korban juga mengaku tidak mengenal pelaku. Ros (53), tetangga korban, mengatakan lingkungan tempat tinggal korban biasanya sepi pada siang hari karena sebagian besar warga bekerja. “Nggak kenal. Bukan warga sini,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya menjaga toko. Saat kejadian berlangsung, suasana lingkungan rumah korban dalam kondisi lengang.

Korban penusukan langsung dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dalam kondisi bersimbah darah.

Manajer Ruang IGD rumah sakit tersebut, Maya Oktavia, mengatakan korban tiba sekitar pukul 11.42 WIB dalam kondisi sadar namun mengalami pendarahan hebat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved