Berita Lampung

Percikan Api di Kios Mbah-mbah Picu Kebakaran Pasar Tempel di Bandar Lampung 

Kebakaran melanda Pasar Tempel Kuripan di Bandar Lampung. Sedikitnya satu kios permanen, 6 kios nonpermanen ikut terdampak

Tayang:
Dokumentasi Damkarmat Balam/Dominius Desmantri Barus
PADAMKAN API - Petugas Damkarmat Bandar Lampung berusaha memadamkan kebakaran yang melanda Pasar Tempel Kuripan di Jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung, Senin (25/5) dini hari. Sedikitnya satu kios permanen, enam kios nonpermanen, dan 20 lapak pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut. 

 

Ringkasan Berita:
  • saksi mata melihat percikan api dari instalasi listrik tersebut sebelum kobaran api membesar dan merembet ke kios serta lapak lainnya
  • awalnya muncul percikan api pada termis listrik di kios pedagang ikan asin
  • satu kios permanen pedagang sembako, mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp 15 juta. 
  • enam kios nonpermanen turut terbakar.
  • 20 lapak pedagang ikut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kebakaran melanda Pasar Tempel Kuripan di Jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Senin (25/5/2026) dini hari.

Sedikitnya satu kios permanen, enam kios nonpermanen, dan 20 lapak pedagang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya telah memadamkan api di pasar tersebut. 

"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 00.07 WIB. Berdasarkan keterangan petugas pasar, api diduga berasal dari termis listrik di kios milik Mbah Tria, pedagang ikan asin," ujarnya Senin

Ia menjelaskan, saksi mata melihat percikan api dari instalasi listrik tersebut sebelum kobaran api membesar dan merembet ke kios serta lapak lainnya.

"Menurut keterangan saksi, awalnya muncul percikan api pada termis listrik di kios pedagang ikan asin," ujarnya.

Akibat kejadian itu, satu kios permanen milik Rusli, pedagang sembako, mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp 15 juta. Selain itu, enam kios nonpermanen turut terbakar.

Empat kios di antaranya dalam kondisi terisi, sementara dua lainnya kosong. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Masing-masing Unit Supply Pos Siaga, Unit Banteng Mako Tandean, Unit Supply Mako Tandean, Unit Supply Telukbetung Timur, dan Unit Supply Kedamaian.

"Proses pemadaman selesai sekitar pukul 02.10 WIB dengan menghabiskan enam tangki air," kata Anthoni.

Kios yang terdampak antara lain milik Tuti, Wisnu, Abi, dan Mbah Tria dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta.

Tidak hanya kios, sebanyak 20 lapak pedagang juga terbakar. Dari jumlah tersebut, 15 lapak dalam kondisi terisi dan lima lainnya kosong.

Para pedagang yang terdampak mayoritas merupakan penjual sembako, ayam, ikan basah, ikan asin, hingga jagung.

Total kerugian akibat kebakaran lapak diperkirakan mencapai Rp3,75 juta berdasarkan pendataan pamong setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak 27 personel Damkarmat Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian.(dom)

52 Kasus 

Korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran di Kota Bandar Lampung pada awal tahun 2026.

Dari total 52 kejadian yang tercatat sejak Januari hingga pertengahan April, sebanyak 35 kasus dipicu oleh masalah instalasi listrik.

Jumlah kasus kebakaran di Kota Bandar Lampung pada awal tahun 2026 pun menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan berdasarkan data, ada sebanyak 52 kejadian kebakaran sejak 1 Januari hingga 15 April 2026.

"Total sepanjang tahun ini, kami sudah menangani 52 kejadian kebakaran. Dengan rincian Januari 10 kejadian, Februari 12 kejadian, Maret 14 kejadian, kemudian April 16 kejadian," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Angka ini mengindikasikan potensi kenaikan signifikan jika tren tersebut terus berlanjut hingga akhir tahun, mengingat sepanjang tahun 2025 lalu total kejadian kebakaran mencapai 198 kasus.

Secara bulanan, jumlah kebakaran pada 2026 memang mengalami peningkatan bertahap.

Jika dibandingkan dengan 2025, pola kejadian kebakaran cenderung fluktuatif, dengan puncak tertinggi terjadi pada November sebanyak 22 kasus.

( Tribunlampung.co.id ) 

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved