Berita Lampung
Bukan Cuma Angka Makro, Dewan Desak Pemprov Lampung Benahi Pelayanan Publik
Pansus DPRD Lampung sodorkan rapor kritis LKPJ 2025 ke Pemprov. Soroti masalah aset mangkrak hingga kompetensi buruh lokal yang butuh sentuhan.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dalam rapat paripurna terbaru, Pansus DPRD Lampung resmi menyerahkan hasil bedah LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Lewat fungsi pengawasannya, dewan mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting buat pemprov, mulai dari urusan menggenjot pendapatan daerah, optimalisasi aset yang mangkrak, sampai urusan krusial seperti peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Catatan dan rekomendasi ini didapat setelah para anggota legislatif maraton menggelar rapat pendalaman dokumen.
Mereka juga sempat memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk rapat dengar pendapat, sekaligus menyisir kembali dokumen perencanaan seperti RPJMD dan RKPD demi melihat kesesuaian di lapangan.
Hasilnya, Pansus sebenarnya mengapresiasi capaian pembangunan yang sudah diraih Pemerintah Provinsi Lampung sepanjang tahun anggaran 2025.
Baca juga: Pemprov Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,28 Persen, DPRD Beri Sejumlah Catatan
Hanya saja, apresiasi itu tetap datang bersama tumpukan catatan kritis atas berbagai persoalan yang dinilai masih jadi PR besar bagi daerah.
Kalau melihat potret kasarnya, Pansus menilai roda pemerintahan sepanjang 2025 kemarin sudah berjalan sesuai rel aturan yang ada.
Dari indikator makro, pertumbuhan ekonomi Lampung yang nangkring di angka 5,28 persen juga jadi bukti kalau aktivitas ekonomi masyarakat kita sebenarnya masih bergeliat dengan baik.
Namun, dewan buru-buru mengingatkan kalau suksesnya pembangunan itu jangan cuma dilihat dari angka-angka indah di atas kertas atau ekonomi makro saja.
Pansus menegaskan, masyarakat butuh bukti nyata di lapangan, mulai dari kualitas pelayanan publik yang tidak ribet, tata kelola pemerintahan yang bersih, sampai kebijakan yang memang langsung menjawab kebutuhan riil warga bawah.
Dalam evaluasinya, Pansus juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas penyajian LKPJ agar lebih menggambarkan hubungan antara capaian indikator pembangunan dengan penggunaan anggaran daerah secara terukur dan komprehensif.
Selain itu, DPRD memberikan sejumlah rekomendasi terkait penguatan pendapatan daerah, optimalisasi pengelolaan aset, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja di Provinsi Lampung.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, anggota DPRD Provinsi Lampung, serta unsur Forkopimda Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza Apresiasi DPRD
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi DPRD Lampung, khususnya Panitia Khusus (Pansus), atas perhatian dan pendalaman substansi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.
Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung terkait Pembicaraan Tingkat II Penyampaian Laporan Panitia Khusus dan Persetujuan Penetapan Konsep Keputusan DPRD tentang Rekomendasi terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lampung, Senin (25/5/2026).
| Pengakuan 3 Maling Motor Seusai Ditangkap, Hasil Curian untuk Beli Miras dan Sabu |
|
|---|
| Peringatan Wagub Jihan! OPD Diminta Tak Lagi Jalankan Program Gugur Kewajiban |
|
|---|
| Tol Lampung Bebas Macet, Skema Delay System Diusulkan Raih Penghargaan Presiden |
|
|---|
| Kemenag Lampung Tegaskan Program ZIS Tak Ada Paksaan, Sebut untuk Kemaslahatan Umat |
|
|---|
| Tangis Orang Tua di Lampung Tengah Pecah Saat 26 Pelajar Bawa Sajam Digiring ke Kantor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tarian-Adat-Hingga-Potong-Tumpeng-Warnai-Sidang-Paripurna-HUT-Provinsi-Lampung-ke-62.jpg)