Berita Lampung

Hadapi Potensi Kekeringan Dampak El Nino, Pemprov Lampung Percepat Pembangunan Irigasi  

Pemprov Lampung mempercepat pembangunan irigasi demi menghadapi potensi dampak El Nino di sektor pertanian.

Tayang:
Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/dokumentasi
EL NINO - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Pemprov Lampung Elvira Umihanni. Pemprov Lampung terus mempercepat pembangunan irigasi menghadapi potensi dampak el nino, Kamis (28/5/2026). 

Elvira menambahkan, pemerintah pusat juga membuka ruang percepatan rehabilitasi jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Jaringan Irigasi.

“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat perbaikan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu air yang selama ini menjadi kendala distribusi air pertanian,” katanya.

Selain fokus pada infrastruktur, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan aparatur daerah, khususnya dalam penyusunan dokumen teknis pengajuan program infrastruktur pertanian.

Menurut Elvira, koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan penyuluh pertanian menjadi kunci keberhasilan program penguatan ketahanan pangan di Lampung.

“Sinergi di lapangan sangat penting agar pendampingan petani dan pengelolaan air berjalan optimal demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Lampung,” tandasnya.(ryo)

Lamtim Terbanyak 

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Lampung siap menghadapi El Nino Godzilla yang bakal terjadi di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Dinas KTPTH Lampung Elvira UmmihaniApril lalu  mengatakan, kesiapan itu meliputi optimalisasi lahan melalui pembangunan irigasi perpompaan, perpipaan, serta penyiapan alat dan mesin pertanian.

Distribusi 1.222 unit pompa air tersebut tersebar di berbagai wilayah sentra pertanian.

Kabupaten Lampung Timur menerima alokasi terbanyak dengan 247 unit, disusul Way Kanan sebanyak 209 unit, dan Lampung Tengah 187 unit.

Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Lampung Wahyu Hidayat mengingatkan bahwa fenomena kekeringan ini diprediksi menjadi yang terpanas dalam 30 tahun terakhir.

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan BMKG, Indonesia, termasuk Provinsi Lampung akan melalui masa yang keras berupa fase hidrometeorologi kering, yang bahkan terpanas dalam 30 tahun terakhir, lebih panas dan lebih panjang," terang Wahyu, Kamis (9/4/2026).

Pihaknya memprediksi, puncak suhu panas akibat fenomena El Nino Godzilla bakal terjadi pada Juni-Juli 2026.

Menanggapi ancaman tersebut, Wahyu mendorong sektor pertanian untuk melakukan langkah ekstra. 

"Yang pertama, tentu kita akan kekurangan air secara ekstrem, jadi kita harus melakukan tata kelola air dari sekarang. Selain itu, kita juga harus siaga menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan," tutur Wahyu.(hur)

( Tribunlampung.co.id

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved