Berita Lampung
Lampung Tengah Cuma Punya 2 Armada Damkar, DPRD: Anggaran Lagi Tidak Baik
Toni Sastra Jaya, mengungkapkan bahwa keterbatasan peremajaan armada pemadam kebakaran ini tidak terlepas dari kondisi finansial Pemkab.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Reny Fitriani
Ringkasan Berita:
- Kondisi minimnya armada damkar Lampung Tengah ditanggapi pihak legislatif.
- Lampung Tengah hanya mengandalkan 2 unit mobil damkar dan 1 mobil tangki air yang kondisinya kerap mengalami kendala teknis.
- Menurut Toni keterbatasan peremajaan armada pemadam kebakaran ini tidak terlepas dari kondisi finansial pemkab.
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Kondisi minimnya armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Tengah ditanggapi pihak legislatif.
Baca Juga: Mobil Damkar Mogok saat Hendak Padamkan Kebakaran di Kalirejo Lampung Tengah
Saat ini, kabupaten terluas di Provinsi Lampung tersebut hanya mengandalkan 2 unit mobil damkar dan 1 mobil tangki air yang kondisinya kerap mengalami kendala teknis.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPRD Lampung Tengah, Toni Sastra Jaya, mengungkapkan bahwa keterbatasan peremajaan armada pemadam kebakaran ini tidak terlepas dari kondisi finansial Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah yang sedang mengalami defisit atau dalam performa kurang baik.
Menurut Toni, saat ini pemerintah daerah terpaksa harus memutar otak untuk mengoptimalkan anggaran yang sangat terbatas guna mendanai program skala prioritas.
"Anggaran Lampung Tengah lagi tidak baik. Pemerintah Lamteng lagi optimalkan, maksimalkan dana yang ada, mendahulukan yang sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Toni Sastra Jaya saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Toni pun berharap kondisi perekonomian di Kabupaten Lampung Tengah bisa segera pulih agar pembenahan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik, termasuk armada pemadam kebakaran, bisa terealisasi.
"Semoga permasalahan ekonomi di Lamteng segera pulih, dan kembali baik. Semoga alam ini baik-baik saja, dan kendaraan yang ada bisa bekerja maksimal," harapnya.
Di sisi lain, minimnya armada ini diakui langsung oleh pihak internal Damkarmat Satpol PP Lampung Tengah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Lampung Tengah, Eddy Ismail Idris, melalui Kasubbid Damkarmat, Syukur, membeberkan dari total 4 armada yang dimiliki, kini hanya tersisa 2 unit mobil damkar murni yang layak jalan.
"Ada 4 armada. Sebanyak 1 armada tidak beroperasi karena mobil tua dan kondisinya sudah tidak layak jalan. Kemudian 2 unit mobil damkar, rinciannya 1 standby di Gunung Sugih (wilayah tengah) dan 1 mobil damkar standby di Kecamatan Seputih Raman (wilayah timur)," jelas Syukur.
Sementara itu, 1 unit armada tersisa merupakan mobil jenis tangki air yang disiagakan di Kecamatan Kalirejo (wilayah barat).
Mobil tangki air ini sempat mengalami mogok saat hendak meluncur memadamkan api pada insiden kebakaran Senin (18/5/2026) lalu.
"Iya memang mogok mobil Damkar Kalirejo waktu ada kebakaran di wilayah setempat. Sampai saat ini belum ada penambahan armada baru, belum ada mas," tambahnya.
Kondisi miris ini seolah melempar ingatan publik pada tahun 2023 lalu, di mana personel Damkarmat Lampung Tengah kewalahan meladeni amukan si jago merah akibat hantaman cuaca ekstrem El Nino.
Kini, ancaman serupa kembali mengintai di tahun 2026. Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino Godzilla diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun ini, tepatnya sekitar bulan Juli hingga September 2026.
Dengan cakupan wilayah Lampung Tengah yang mencapai 28 kecamatan, keterbatasan armada dipastikan akan memperlambat respons penanganan kebakaran (response time).
"Dengan kondisi armada yang terbatas, kendala yang biasa dialami petugas di lapangan adalah jauhnya jangkauan lokasi kebakaran, serta kesulitan jika terjadi peristiwa kebakaran di jalur jalan tol," pungkas Syukur.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)
| Polisi Bongkar Peredaran Narkotika di Lampung Selatan Berkat Informasi Masuk ke 110 |
|
|---|
| Total 4 Jemaah Haji Lampung Wafat di Tanah Suci |
|
|---|
| DPRD Lampung Dukung Keringanan Pajak Kendaraan, Optimis Dongkrak PAD |
|
|---|
| WFH Jumat Tekan Pengeluaran Listrik Pemkab Pesawaran hingga Rp 40 Juta per Bulan |
|
|---|
| Keringanan Pajak Kendaraan Lampung Mulai 2 Juni, Penunggak Cukup Bayar 1,5 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Lampung-Tengah-soal-minimnya-armada-damkar.jpg)