Berita Lampung
Respons DPRD Lampung Terkait Aksi Mahasiswa
Hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPRD Lampung Ismet Roni untuk merespons aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Lampung Tarik Mandat.
“Kami akan kembali dengan aksi lanjutan jika aspirasi ini tidak direspons,” ujarnya.
Minta Ditinjau
Mahasiswa menyoroti program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh hingga penghentian program tersebut.
Mereka menilai kedua kebijakan itu perlu ditinjau ulang karena dinilai belum menjawab kebutuhan mendasar masyarakat dan berpotensi tidak tepat sasaran dalam implementasinya di lapangan.
Mereka juga menempatkan isu pendidikan sebagai tuntutan utama. Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Bandar Lampung Josua Sitorus menegaskan bahwa negara wajib menjamin akses pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.
“Kami menuntut pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjamin kebutuhan dasar rakyat, termasuk stabilitas harga bahan pokok dan BBM,” ujar Josua.
Massa aksi turut menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM. Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi harga agar beban hidup tidak semakin meningkat dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, Aliansi Lampung Tarik Mandat juga mengkritisi rencana revisi UU Polri yang dianggap berpotensi memperluas ruang militerisme di ranah sipil.
Mereka meminta regulasi tersebut dikaji ulang secara terbuka dengan melibatkan partisipasi publik untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan aparat.
Tuntutan lainnya mencakup dorongan penerapan pajak kekayaan sebagai instrumen pengurangan ketimpangan ekonomi, serta penegakan HAM yang dinilai masih lemah. Mereka menekankan pentingnya penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM dan jaminan perlindungan hak warga secara konsisten oleh negara.
Josua menegaskan, seluruh poin yang disuarakan merupakan aspirasi publik yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam perumusan kebijakan. Seusai aksi, massa membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB.
Aksi tabur bunga mewarnai demo mahasiswa di depan gedung DPRD Lampung, Senin (15/6/2026). Mereka menabur bunga di atas foto Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto lalu dibakar di atas ban bekas.
Ketua BEM Unila Aditiya Putra Bayu dalam orasinya mengatakan, mahasiswa sudah berkali-kali melakukan aksi turun ke jalan. Namun, suara mereka tidak didengarkan oleh pemerintah. "Mahasiswa turun ke jalan, tetapi suara kami tidak pernah didengar," ujar Aditya.
Marindo Pantau Demo
| Bekas Cakaran di Pohon Jengkol, Warga di Tanggamus Lampung Waspadai Hewan Buas Beruang |
|
|---|
| Gubernur Lampung Minta Warga Jujur Saat Didatangi Petugas Sensus Ekonomi |
|
|---|
| Peringati HUT ke-26, PWP Gandeng PGE Ulubelu Berdayakan 25 Warga Disabilitas |
|
|---|
| Lampung Jadi Jalur Paling Rawan Peredaran Satwa Liar Ilegal |
|
|---|
| KONI Lampung Targetkan Medali Emas Cabang Olahraga Basket pada PON 2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Aksi-Mahasiswa-di-DPRD-Lampung-65.jpg)