Berita Terkini Nasional

Australia Batasi Medsos, Mahasiswa Justru Incar Pacar Kutu Buku dan HP Jadul

Para murid sekolah dasar di Australia mengaku belum tahu dan belum mengenal dunia media sosial. Hal ini karena minimal 16 tahun.

Tayang:
TRIBUNNEWS/Domu Damiannus Ambarita
BELAJAR BUDAYA INDONESIA – Suasana murid-murid Bertram Primary School, semacam sekolah dasar negeri, sedang belajar budaya Indonesia. Selain praktik Bahasa Indonesia, mereka mengenali wayang, becak, batik dan lainnya, Senin (18/5/2026). Sekolah ini mendidik siswa Taman Kanak-kanak hingga Kelas 6. Letaknya di pinggiran Kota Bertram, arah selatan Perth, Australia Barat. Melibatkan guru asal Indonesia, dan asli Australia. (Tribun Network/Domu D. Ambarita) 

Dampak BookTok terhadap industri retail buku di Australia sangat masif dan membalikkan prediksi banyak analis yang awalnya mengira generasi muda akan meninggalkan buku fisik demi gawai.

Sebelum fenomena BookTok, jika ingin novel romantis, pembeli harus tahu ke mana mencarinya. Beberapa toko kecil menyediakan novel romantis dalam bentuk paperback, begitu pula toko serba ada, seperti Big W. Beberapa jaringan toko buku juga menyediakannya, tetapi novel romantis biasanya tidak menjadi pusat perhatian.

Tahun 2025, keadaan telah berubah. Dikutip theconversation.com dari Nielsen Bookscan, novel romantis tidak lagi terpinggirkan. Manfaat BookTok dan Bookstagram, penjualan novel romantis tumbuh rata-rata 49 persen selama tiga tahun. Pembaca novel romantis Australia, menopang pasar buku nasional yang stagnan.

Toko buku besar kini memiliki rak khusus untuk novel romantis. Acara penandatanganan buku romantis besar-besaran diadakan di pusat konvensi. Pembaca novel romantis mengantre untuk pembukaan toko buku khusus novel romantis Romancing the Novel di Paddington, Sydney tahun lalu. 

( Tribunlampung.co.id / Domu D. Ambarita )

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved