Tribun Pringsewu

10 Persen Balita di Pringsewu Alami Stunting, Diskes Ambil Langkah Ini

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pringsewu Nuryanto mengatakan, data terkait stunting bisa naik turun setiap bulannya.

10 Persen Balita di Pringsewu Alami Stunting, Diskes Ambil Langkah Ini
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - 10 Persen Balita di Pringsewu Alami Stunting, Diskes Ambil Langkah Ini 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sebanyak 2.150 bayi di bawah lima tahun (balita) di Pringsewu mengalami stunting.

Jumlah tersebut 10 persen dari 21.500 balita di Bumi Jejama Secancanan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pringsewu Nuryanto mengatakan, data terkait stunting bisa naik turun setiap bulannya.

"Sebab bayi yang berusia enam tahun secara otomatis keluar namun sebaliknya ada juga yang tambah yakni bayi yang baru lahir," ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk menekan stunting Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi kepada wanita remaja sejak dini.

Salah satunya dengan keliling ke sekolah agar para remaja wanita paham tentang kesehatan.

Daun Kelor, dari Mistik hingga Cegah Stunting di Masyarakat Lewat Gertak Pelor di Way Panji Lamsel

Demikian saat menikah nanti paham tentang perlunya gizi bagi bagi bayi.

Nuryanto mengatakan, angka 10 persen termasuk rendah jika dibanding di Provinsi Lampung dan Nasional yang masih diatas angka 20 persen.

Nuryanto mengatakan, untuk menangani stunting dilakukan dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi spesifik dilakukan Dinas Kesehatan dengan pemberian makanan tambahan.

Halaman
1234
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved