Kasus Corona di Lampung

Libur Sekolah Akibat Corona di Bandar Lampung Diperpanjang, Herman HN: Saya Ingin Anak Sekolah Sehat

Pemkot Bandar Lampung memperpanjang masa libur sekolah akibat corona untuk siswa-siswi PAUD, SD dan SMP se-Kota Bandar Lampung

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Soma
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Libur Sekolah Akibat Corona di Bandar Lampung Diperpanjang, Herman HN: Saya Ingin Anak Sekolah Sehat 

Laporan Reporter Tribun Lampung Vincensius Soma Ferrer

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperpanjang masa libur sekolah akibat corona untuk siswa-siswi PAUD, SD, dan SMP se-Kota Bandar Lampung.

"Saya ingin bagaimana anak-anak sekolah sehat semua, untuk itu libur akan diperpanjang hingga 12 April," ujarnya kepada awak media di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (23/3/2020).

Menurutnya, keputusan tersebut berpedoman kepada keputusan Pemerintah Pusat.

"Karena keputusan pusat harus diikuti. Ini demi keselamatan rakyat agar aman dan tentram," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Bamdar Lampung telah meliburkan sekolah sejak 16 sampai 28 Maret mendatang.

Polda Lampung Imbau Masyarakat Laksanakan Social Distancing untuk Cegah Penyebaran Corona Covid 19

Cegah Corona, Gojek Lampung Bagikan APD untuk Driver

Bawa Senpi Rakitan, Petani di Tuba Ditangkap Polisi

560 Peserta CPNS Bandar Lampung Melaju ke Tes SKB

Ia menekankan libur yang diberikan tidak untuk elemen pendidikan yang sesuai jadwal melaksanakan ujian.

"Semua libur, kecuali yang sedang ujian. Ujian kan sistemnya dari pusat," ucapnya.

Selain itu, Herman HN juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya isu-isu yang tidak didasari oleh surat resmi dari Pemerintah Kota

"Libur sekolah ini akan saya keluarkan surat resmi. Jadi untuk masyarakat yang mendapat isu namun tidak dilengkapi dengan adanya surat legal dari Walikota harap jangan dipercaya," kata Herman.

Warga Bandar Lampung positif virus corona

Sebelumnya, satu warga Bandar Lampung yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dinyatakan positif Covid-19.

Pasien pria berusia 62 tahun itu dipastikan terkena virus corona berdasarkan pengumuman pemerintah pusat.

Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rabu (18/3/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana membenarkan pengumuman itu.

"Iya betul (pengumuman satu pasien warga Bandar Lampung positif corona)," kata Reihana melalui pesan WhatsApp, Rabu sore.

Menindaklanjuti pengumuman resmi pemerintah pusat, Diskes Lampung menggelar konferensi pers di aula kantor Badan Pelatihan Kesehatan Lampung, Rabu petang.

Dalam konferensi pers, Reihana menjelaskan pasien RSUDAM tersebut diketahui positif corona dari hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta oleh Kementerian Kesehatan.

Hasil lab keluar lebih kurang empat hari setelah sampel air liur pasien dikirim pada Sabtu (14/3/2020) akhir pekan lalu.

"Pasien usia 62 tahun yang dirawat di RSUDAM itu positif (corona). Sudah dilaporkan kepada Bapak Gubernur Lampung Arinal Djunaidi," ujarnya.

Dengan dipastikannya satu warga Bandar Lampung positif terkena corona, Reihana mengimbau masyarakat Lampung tidak panik.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung ini meminta masyarakat terus menjaga pola hidup sehat.

"Kami berharap pasien positif Covid-19 ini sembuh. Masyarakat jangan panik. Jika sesak napas, silakan hubungi pihak kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, hindari keramaian, tutup mulut jika batuk dan bersin. Jaga pola hidup bersih dan sehat," pesannya.

Riwayat pasien positif virus corona

Pasien warga Bandar Lampung positif corona ini pertama kali dilaporkan oleh anaknya yang berusia 32 tahun ke Puskesmas Simpur, Sabtu (14/3/2020) lalu.

Sang anak khawatir karena mengetahui ayahnya terlibat dalam pertemuan jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB), 25-28 Februari 2020.

Viral Video Perwira Polisi Ditertawakan Pelajar Saat Imbau Pencegahan Corona

Cara Pertamina Hindari Corona, Ahok: Beli BBM Pertamina Bisa Dikirim ke Rumah Selama 24 Jam

Bukan Lockdown, Pakar WHO Ungkap Cara Cegah Penyebaran Virus Corona

Pertemuan itu berlangsung di Hotel di Bogor, Jawa Barat.

Dari pertemuan tersebut, diketahui ada satu peserta dari Jawa Tengah meninggal dunia dan dipastikan positif corona.

Kemudian ada satu peserta lainnya yang dirawat di rumah sakit di Jakarta.

"Mereka ini bersamaan pada saat itu, di Bogor, pertemuan jemaat," kata Reihana dalam konferensi pers, Rabu petang.

Peserta pertemuan jemaat GPIB asal Bandar Lampung itu pulang ke kediamannya pada 29 Februari.

Reihana mengungkapkan, kondisi badan pria berusia 62 tahun itu mulai panas pada 3 Maret.

"Suhu badannya 37 derajat celsius. Lalu batuk, makan dan minum susah menelan. Pasien ini kemudian periksa ke dokter swasta. Periksa ke laboratorium juga, di RS Advent. Tes widal untuk tifoid (tifus)," beber Reihana.

Selanjutnya, Jumat (13/3/2020) pekan lalu, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan di puskesmas.

Sehari berselang, anaknya datang lagi dan melapor ke puskesmas.

"Oleh petugas diberi masker, lalu pulang. Istri (pria tersebut) panik, meminta pergi ke RSUDAM menggunakan layanan BPJS," ujar Reihana.

Pria tersebut akhirnya masuk dan mulai dirawat di RSUDAM pada Sabtu siang.

Ia lalu dinyatakan kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

Sampel swab tenggorokannya dikirim ke Kemenkes, diteliti, hingga dinyatakan positif corona, Rabu (18/3/2020).

Hingga diumumkan positif corona, kondisi pasien di RSUDAM ini membaik.

Ia tetap dalam pemantauan pihak RSUDAM.

Warga lamtim negatif

Sementara satu pasien kategori PDP lainnya, warga Lampung Timur, dinyatakan negatif corona.

"Satu lagi pasien PDP, yang dirawat di RSUD Ahmad Yani, Metro, hasilnya negatif (corona). Namun, belum boleh pulang dari RS," kata Reihana.

Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Metro Nasir AT mengungkapkan, kondisi pasien membaik dengan tekanan darah normal.

"Selang infus sudah dicabut. Sudah bisa duduk-duduk," ujar Nasir, Rabu.

Sementara dua pasien anak-anak sejauh ini masih dirawat di RS Belleza, Bandar Lampung.

Masing-masing berumur 1 tahun dan 2 tahun 6 bulan.

Untuk pasien balita 2 tahun 6 bulan, Reihana menyebut pihak keluarga khawatir lantaran nenek dari balita tersebut baru saja datang dari Jakarta.

Adapun pasien balita 1 tahun juga dilakukan pemeriksaan oleh keluarganya karena khawatir.

"Kami sudah mengambil sampel swab tenggorokannya," kata Reihana.

Lacak interaksi pasien

Diskes Lampung menyatakan melacak interaksi dan hubungan pasien positif corona sebelum dinyatakan positif.

Diskes akan mendata setiap orang yang sempat berhubungan dengan si pasien.

"Akan kami tracing (lacak), bertemu dengan siapa saja," ujar Reihana.

Pihaknya mengimbau warga melakukan self isolation (isolasi diri di rumah selama 14 hari) untuk memutus mata rantai virus corona.

"Semua dari kita bisa jadi ODP (orang dalam pemantauan). Maka, harus kita putus mata rantai virus ini dengan self isolation," katanya.

Terkait pencegahan, menurut Reihana, tak hanya dengan menggunakan masker.

Warga juga harus rajin mencuci tangan menggunakan sabun.

Reihana menambahkan Lampung sampai saat ini tidak melakukan lockdown.

"Penekanannya, harus menjaga stamina tubuh. Masyarakat diharapkan melapor kepada tempat pelayanan kesehatan setempat kalau tidak enak badan," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/V Soma Ferrer)

Laudya Cynthia Bella dan Zaskia Sungkar Akan Diperiksa Polisi

Komika Bintang Emon Buat Heboh Lewat Video Imbauan Social Distancing, Dewi Sandra Bagikan Videonya

Dampak Virus Corona Bagi Ibu Hamil dan Janin, Simak Cara Pencegahan Virus Corona untuk Ibu Hamil

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved