Breaking News:

Sidang Kasus Dugaan Suap Lampura

Bupati Nonaktif Lampung Utara Akhirnya Terima Putusan Hakim Vonis 7 Tahun Penjara

Sempat pikir-pikir, Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara akhirnya putuskan untuk terima vonis majelis hakim.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - Bupati nonaktif Lampura Agung Ilmu Mangkunegara disambut keluarga saat tiba di PN Tanjungkarang, Senin 24 Februari 2020. Bupati Nonaktif Lampung Utara Akhirnya Terima Putusan Hakim Vonis 7 Tahun Penjara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sempat pikir-pikir, Bupati nonaktif Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara akhirnya putuskan untuk terima vonis majelis hakim.

Melalui penasIhat hukum, Sopian Sitepu, pihak keluarga Agung Ilmu Mangkunegara telah menerima apa yang menjadi amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

"Kami tidak bisa lagi menilai terlalu berat atau ringan putusan ini, kami menghormati putusan pengadilan. Kami harus berpikir yang terbaik untuk klien dan keluarga," ujar Sopian, dalam sidang perkara suap fee proyek Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis 2 Juli 2020.

"Alasan kami pikir-pikir (sebelumnya), sebab semua menyangkut keluarga, terutama istri dan anak beliau. Jadi kami akan sampaikan pandangan untung ruginya atas setiap langkah," imbuhnya.

Kendati demikian, lanjut Sopian, setelah berembuk bersama keluarga, pihak Agung Ilmu Mangkunegara menyatakan terima.

"Barusan sudah kami sampaikan, mereka setuju terima. Jadi besok kami akan tanda tangani akta terima putusan di PN Tanjungkarang," tandasnya.

 BREAKING NEWS BNNP Lampung Tangkap 2 Kurir Asal Aceh Bawa 6.969 Butir Ekstasi

 Duka Ayah Korban Lakalantas Bus di Jalan Menuju Pantai di Lamsel, Wisnu: Saya Ikhlas

 BREAKING NEWS Sidang Vonis, Bupati Agung Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara, Raden Syahril 4 Tahun

 Sempat Melawan, Gadis 20 Tahun di Pringsewu Digagahi 2 Kali oleh Kakak Kandungnya di Kamar

Sementara itu, Penasihat Hukum Raden Syahril, Sukriadi Siregar menyatakan bahwa putusan majelis hakim sudah cukup ringan.

"Karena target klien kita seringan-ringannya, jadi langsung terima, kejujuran ada siasat terbaik. Kalau dari awal jujur insya Allah ringan," tutupnya.

Terpisah, Penasihat Hukum Syahbudin, Pahrozi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menduga dari awal jika majelis hakim akan memutuskan amar seperti yang sudah disampaikan.

"Sebelum putusan saya bertemu dengan klien untuk melakukan proyeksi, jika dikaitkan dengan kelaziman upaya hukum KPK serta JC yang dikabulkan, maka putusan itu sudah moderat, karena sudah mencukupi keadilan dan kepastuan hukum," tutupnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved