Sekeluarga di Way Kanan Dibunuh

Pembunuh Sekeluarga di Way Kanan Cium Korbannya sebelum Dibuang ke Septic Tank

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna mengatakan, pelaku Erwin sempat mencium keponakannya Jahra sebelum dibuang ke septic tank.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Rekonstruksi pembunuhan sekeluarga di Way Kanan. Pelaku Erwin sempat mencium korban keponakannya Zahra sebelum dmasukkan ke dalam Septic Tank. 

Tribunlampung.co.id, Way Kanan - Pelaku pembunuhan sekeluarga di Way Kanan, Erwin, sempat mencium salah satu korban yang merupakan keponakannya sendiri sebelum dibuang dan ditanam ke septic tank.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna mengatakan, pelaku Erwin sempat mencium keponakannya Jahra sebelum dibuang ke septic tank.

Hal itu terungkap saat Erwin mengikuti rekonstruksi pembunuhan sekeluarga yang dilakukan Polres Way Kanan di Marga Jaya Negara Batin, Jumat (7/10/2022).

Adapun korban yang dibuang ke dalam septic tank terlebih dahulu Wawan, Zainuddin, Situ Romlah dan Zahra.

Saat semua korban dibuang secara bergantian terdapat adegan yang mencuri perhatian.

Baca juga: Pembunuh Sekeluarga di Way Kanan Mabuk dan Judi setelah Jual Tanah Warisan Rp 300 Juta

Baca juga: LBH Nilai Pembunuh Sekeluarga di Way Kanan Jual Aset, Bukan Berebut Warisan

Yakni pelaku Erwin mencium keponakannya Zahra.

"Jadi sebelum melemparkan keponakannya Zahra ke septic tank, Erwin merupakan pamannya Zahra ini mencium dulu sebelum dilemparkan ke septic tank," kata AKBP Teddy.

Kejadian pembantaian satu keluarga tersebut pada Oktober 2021 lalu.

Dengan 4 korban yang dibuang ke dalam septic tank.

Kronologinya kejadian pada Oktober 2021 mulai cek-cok antara Wawan dan Erwin.

Kejadian itu sekitar jam 01.00 wib di rumah tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana ada ayahnya Zainuddin dan ibunya Siti Romlah dan Zahra keponakannya.

Baca juga: Pengacara Rizky Billar Bantah Lempar Bola Biliar ke Lesti Kejora, Cuma Gertak

Baca juga: Cerita Kepala Kampung Marga Jaya Bongkar Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Way Kanan

Awal mulanya kejadian pembantaian saat tiga korban lainnya sedang tertidur.

Cek-cok terkait hutang piutang dan warisan.

Pelaku bertengkar dengan Wawan dan pelaku mengeksekusi para korban dengan menggunakan kapak bagian bonggol.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved