Jasad Warga Lampung Tertahan di Kamboja

Kerja di Kamboja hingga Meninggal, Warga Lampung Selatan Ternyata Tak Digaji

Ahmad Jayani (36) warga Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan meninggal dunia di Kamboja, Sabtu (11/5/2024) lalu. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Ibunda Ahmad Jayani. 

"Tadinya mah dia ngomong sama saya itu kerjanya itu ngawasin situs judi online. Ternyata bukan. Nggak taunya mah jadi scammer. Selama disana dia sering kok komunikasi," ujarnya.

"Kerja udah 4 bulan jalan 5 bulan, dia udah mau pulang katanya. Katanya dia nggak betah. Makanya dia kabur lah dari perusahaannya. Waktu dia kerja, sebelum sakit akhirnya anak saya meninggal, katanya dia itu nggak nerima gaji. Malah sering minta tolong adeknya buat tranferin uang buat makan," sambungnya.

Ia mengatakan selama disana anaknya sering bercerita kalau dia sakit batuk.

"Dia nggak pernah cerita sakitnya apa. Dia ngomongnya cuma batuk. Saya sampai kasian sama dia. Saya suruh berobat. Tapi dia bilang nggak ada disini buat beli obat. Temennya itu sempet ngomong ke saya. Dia itu (korban) nggak mau makan. Kerjaannya minum es aja," tukasnya.

Kini Jenazah Ahmad Jayani, terancam tidak bisa dipulangkan ke Indonesia.

saat ini jenazah Ahmad Jayani warga Lampung Selatan tersebut masih tertahan di Kamboja.

Pihak keluarga diminta uang Rp 124 juta agar jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia.

Sedangkan pihak keluarga tidak memiliki biaya segitu.

Sehari-hari keluarganya hanya cukup untuk bertahan hidup.

Ia pun berharap pihak KBRI bisa membantu memulangkan jenazah anaknya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved