Harga BBM di Lampung
SPBU Sultan Agung Akui Antrean Solar hingga 500 Meter dalam Sepekan Terakhir
Pengawas SPBU 24.351.125 Sultan Agung, Andi Lesmana mengatakan, pihaknya mengakui bahwa ada antrean solar hingga 500 meter.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Ringkasan Berita:
- Pengawas SPBU 24.351.125 Sultan Agung, Andi Lesmana mengatakan, pihaknya mengakui bahwa ada antrean solar hingga 500 meter.
- Ia menyebut antrean tersebut terjadi dalam kurun waktu seminggu.
- Pihaknya membuka skema buka tutup untuk antisipasi lonjakan kemacetan di sepanjang Jalan Sultan Agung.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Manajemen SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) 24.351.125 di Jalan Sultan Agung, Kota Bandar Lampung, mengakui antrean solar mengular hingga 500 meter atau sampai perempatan rumah Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
Baca Juga: Bermodal Selang, Karyawan PT GGP Kuras Solar di Tangki Alat Berat, Kerugian 53 Juta
Pengawas SPBU 24.351.125 Sultan Agung, Andi Lesmana mengatakan, pihaknya mengakui bahwa ada antrean solar hingga 500 meter.
"Kalau antrean solar itu kurang lebih kisaran semingguan ini meningkat para pengendara yang ingin mengisi solar cukup panjang 500 meteran," kata Andi Lesmana saat diwawancarai Tribun Lampung di tempatnya bekerja, Sabtu (13/6/2026).
Pihaknya membuka skema buka tutup untuk antisipasi lonjakan kemacetan di sepanjang Jalan Sultan Agung.
"Alhamdulillah kondisinya lebih kondusif, karena kami buka untuk BBM jenis solar sekitar jam 08.00 WIB," terangnya.
Pihaknya berharap dengan dibukan pengisian solar pukul 08.00 WIB menjadi lebih kondisi kondusif.
"Karena banyak lapak-lapak yang pinggir jalan mereka mengeluhkan, masalah toko mereka, lapak mereka itu tertutup kalau sudah antrean mengular," terangnya.
Ia mengatakan, jika ada antrean panjang langsung ditutup, biar tidak mengganggu aktivitas pedagang.
Pihaknya mampu menyalurkan solar kepada masyarakat mencapai 10 kilo liter.
"Saat ini kan memang sedangkan dalam posisi sedang ramai dan bisa di atas 10 KL, kalau standarnya masih 8-9 kl," terang Andi.
Pihaknya memastikan stok solar mencukupi kebutuhan konsumen.
"Kami tidak pernah kehabisan solar," imbuhnya.
Saat ditanya apakah ada pembatasan pembelian solar bagi kendaraan tertentu, Andi mengatakan, kalau kendaraan tertentu sesuai dengan kuota barcode.
"Misalnya memang harusnya 50 ya 50, cuma logikanya kalau 50 liter kan enggak sampai segitu, dan paling dia sekitar 40 atau 30 liter," kata Andi.
| Harga Pertamax Naik, Hiswana Migas Lampung Ingatkan Potensi Penyimpangan BBM Bersubsidi |
|
|---|
| ASN Pemprov Lampung Dilarang Pakai BBM Subsidi, Sekprov: Bukan Haknya! |
|
|---|
| Penjualan Pertamax Drop Usai Harga Meroket, SPBU Pastikan Stok Pertalite Aman |
|
|---|
| Pemkot Tunggu Pusat Soal Kebijakan Penggunaan Randis Usai Harga Pertamax Melejit |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Warga Lampung Ramai-ramai Beralih ke Pertalite |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/antrean-solar-di-spbu-way-halim.jpg)