Berita Lampung

Lampung Jadi Jalur Paling Rawan Peredaran Satwa Liar Ilegal 

wilayah Lampung hingga saat ini masih menjadi salah satu jalur paling rawan dalam peredaran satwa liar secara ilegal.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Dokumentasi/Hurri Agusto
KELESTARIAN EKOSISTEM - BKSDA Bengkulu-Lampung melepasliarkan 807 burung hasil sitaan ke kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Senin (15/6). Seluruh satwa dari berbagai jenis tersebut telah dikembalikan ke habitat alaminya demi menjaga kelestarian ekosistem. 

Dalam kasus ini, petugas juga telah mengamankan sopir dan kernet mobil paket yang mengaku mendapat upah sebesar Rp 1,2 juta untuk mengantarkan satwa-satwa tersebut. 

Pihak berwajib kini masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengejar otak dari jaringan penyelundupan ini. ( hur)

Area Penyangga 

Ratusan ekor burung berbagai jenis kembali menghirup udara bebas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR), Bandar Lampung, Kamis (23/4).

Sebanyak 942 ekor burung hasil penertiban peredaran satwa liar ilegal ini dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melalui Seksi KSDA Wilayah III Lampung.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia sekaligus rangkaian menuju Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo mengatakan burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan dari berbagai upaya penertiban perdagangan satwa ilegal di wilayah Lampung sepanjang tahun 2026.

Dalam proses pengamanannya, BKSDA berkolaborasi dengan: Dinas Kehutanan Provinsi Lampung (Tahura WAR), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Lampung, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, serta Lembaga Flight Protecting Indonesia’s Birds.

"Pelepasliaran ini merupakan bentuk nyata komitmen kami dalam mengembalikan satwa ke habitatnya setelah melalui proses penyelamatan dan rehabilitasi," ujar Itno.

"Ada bangga karena kita berhasil melepaskan kembali ke habitatnya, namun juga rasa sesak karena ribuan burung dikeluarkan dari habitat aslinya dari berbagai daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemilihan Tahura WAR sebagai lokasi pelepasliaran bukan tanpa alasan. Kawasan konservasi ini dinilai memiliki tutupan vegetasi yang sangat baik, mulai dari hutan sekunder hingga area penyangga.(hur)

( Tribunlampung.co.id ) 

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved