Berita Lampung

Polisi Ringkus Warga Bandar Lampung, Gelapkan Uang Perusahaan di Lamteng Rp 527 Juta

Pelaku penggelapan berinisial DK ini bekerja dan memiliki jabatan di PT. Agung Jaya Raya Indonesia Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah.

dok.Polres Lampung Tengah
Tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Tengah bersama anggota Opsnal Polsek Bumi Ratu Nuban menangkap DPO penggelapan uang perusahaan sebesar Rp.527.207.100, inisial DK (43) warga Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah -Tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Tengah bersama anggota Opsnal Polsek Bumi Ratu Nuban berhasil menangkap DPO pelaku tindak pidana penggelapan dalam jabatan inisial DK (43), Minggu (18/9/22).

Pelaku penggelapan berinisial DK diketahui bekerja dan memiliki jabatan di PT. Agung Jaya Raya Indonesia Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Pelaku penggelapan di Lampung Tengah tersebut merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung yang menjabat sebagai Kepala Acounting pada perusahaan tersebut.

Pelaku DK diduga menggelapkan uang hasil penjualan limbah periode Bulan Juli 2020 s/d Desember 2021.

Pelaku DK berhasil ditangkap petugas di tempat persembunyiannya yang berada di Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Setahun Kejati Lampung Usut Kasus Dugaan Korupsi KONI, tapi Masih Pendalaman

Baca juga: Dinas Perikanan Tulangbawang Tunggu Hasil Uji Lab Terkait Virus AHPND yang Menyerang Udang

‘’Ya benar, pelaku berhasil ditangkap oleh Tim gabungan Tekab 308 Presisi Polres Lampung Tengah," kata Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Rabu (21/9/22) di ruang kerjanya.

Ditambahkan Edi Qorinas, Tekab 308  bersama anggota Opsnal Polsek Bumi Ratu Nuban menangkap pelaku di tempat persembunyiannya yang berada di Jln. Brigjend Hamid, Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas menjelaskan bahwa pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban Iwan Santosa selaku Direktur PT. Agung Jaya Raya Indonesia, pada (26/4/2022) lalu.

DK yang menjabat sebagai Kepala Acounting di PT. Agung Jaya Raya Indonesia tersebut diduga telah menggelapkan uang hasil penjualan waste atau limbah periode Bulan Juli 2020 s/d Desember 2021.

"Pelaku menggelapkan uang hasil penjualan sebesar Rp 527.207.100 juta," katanya.

Uang tersebut telah diserahkan oleh Endah selaku admin/penerima pembayaran penjualan limbah kepada pelaku yang seharusnya dimasukkan ke rekening Perusahaan namun tidak disetorkan oleh pelaku.

"Atas kejadian tersebut, Perusahaan merasa dirugikan dan melaporkan ke Polsek Bumi Ratu Nuban," kata AKP Edi Qorinas.

Baca juga: Warga Tanggamus Tewas Tenggelam di Bendungan Way Sekampung, Pengawas Dinilai Kecolongan

Baca juga: Tas Milik Jurnalis di Lampung Utara Dicuri saat Salat Berjamaah di Masjid Pemkab

Berbekal laporan korban dan melakukan penyelidikan, Kapolsek Bumi Ratu Nuban Iptu Justin Afrian kemudian berkoordinasi dengan Kasat Rekrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas.

Setelah melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa pelaku DK saat itu berada di Kota Medan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved