Berita Lampung
Pemkot Metro Lampung Akan Rutin Kontrol Sub Pangkalan Elpiji 3 Kilogram
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas perdagangan akan mengontrol harga penjualan gas LPG 3 kilogram apabila sub pangkalan telah diresmikan.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas perdagangan akan mengontrol harga penjualan gas LPG 3 kilogram apabila sub pangkalan telah diresmikan.
Asisten II Setda Pemkot Metro Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yerri Ehwan mengatakan pengawasan itu diberlakukan agar harga di tingkat sub pangkalan atau pengecer dapat terkontrol.
"Pada intinya adalah harga di tingkat pengecer itu terkontrol, dan konsumen mendapatkan harga yang wajar yang layak," kata dia, Jumat (7/2/2025).
"Karena HET nya harga itu Rp 20 ribu di tingkat pangkalan, jangan sampai ketika dilepas di konsumen mereka beli dengan harga yang terlalu tinggi," tambahnya.
Menurutnya, tujuan pengecer menjadi sub pangkalan ialah agar harga dapat terkendali.
"Ketika pengecer sudah menjadi sub pangkalan maka harga akan terkendali," tuturnya.
"Karena akan ada aturan-aturan yang mengikat kewajiban dan hak sebagai sup pangkalan. Memang nanti akan ada keuntungan tetapi tidak boleh bebas karena ini barang subsidi, harga yang diawasi," bebernya.
Ia menegaskan akan ada tim yang akan mengawasi guna mengontrol dan berkomunikasi ke seluruh pengecer yang menjadi sub pangkalan nantinya.
"Pemkot Metro secara teknis melalui Dinas perdagangan akan selalu kontrol, komunikasi dengan para pangkalan, dengan agen, termasuk dengan himpunan pengusaha minyak dan gas," tukasnya.
Sebelumnya, Pangkalan gas LPG 3 kilogram di Metro menyambut baik dengan adanya rencana Pemerintah Pusat untuk membentuk suatu sub pangkalan.
Pemilik pangkalan gas LPG 3 kilogram di Jalan Flores, Kelurajan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Metro, Sayu menuturkan adanya sub pangkalan dinilai memudahkan masyarakat.
Salah satunya yaitu membantu masyarakat untuk lebih mudah mendapatkan gas.
"Cukup membantu ya (adanya sub pangkalan) karena yang jauh-jauh dari sini bisa ambilnya ke pengecer," kata dia, Kamis (6/2/2025).
"Kalo yang jauh lokasinya dari pangkalan," tambahnya.
Ia mengaku wilayah pangkalannya tak ada keluhan terkait gas LPG 3 kilogram.
"Gak ada. Kalau di wilayah saya ini aman-aman saja," tuturnya.
"Gak ada, keterlambatan gak ada," paparnya.
Sayu menjelaskan dirinya menaungi beberapa pelaku UMKM di wilayah Kelurahan setempat.
"Seminggu 50 tabung gas. Biasanya ke kebutuhan rumah tangga, UMKM," tukasnya.
"Itu cukup dibagi rata tiap minggu (ke rumah tangga dan UMKM)," sambungnya.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)
PWNU Lampung: Terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah Tak Kurangi Fungsi Kemenag |
![]() |
---|
Perketat Pengelolaan, Marindo Cek Kendaraan Dinas Pemprov Lampung |
![]() |
---|
Portal Fingerprint di Bandar Lampung Jadi Inovasi bagi Kelurahan Lainnya |
![]() |
---|
Polwan Lampung Rayakan HUT ke-77 dengan Bakti Kesehatan |
![]() |
---|
Wakapolda Lampung Terpilih Jadi Ketua IKA SD Teladan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.