Berita Lampung
Pedagang Sembako di Pesawaran Lampung Mengeluh Tidak Dilibatkan dalam Program MBG
Pedagang-pedagang kecil di Pesawaran Lampung tidak terlalu dilibatkan dalam program MBG. Barang diambil ke satu pihak seperti dimonopoli.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Ringkasan Berita:
- Pedagang sembako kecil di Pesawaran Lampung mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).
- pedagang kecil belum merasakan dampak positif karena kebutuhan bahan untuk program tersebut lebih banyak dipasok melalui pihak tertentu.
- Pedagang-pedagang kecil tidak terlalu dilibatkan. Barang diambil ke satu pihak, seperti dimonopoli.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Pedagang sembako kecil di Pesawaran Lampung mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ( MBG ).
Baca juga: Pedagang Sembako di Lampung Tengah Kesulitan Dapat Pasokan Minyakita
Menurut seorang pedagang di Pasar Kedondong, Enggo, pedagang kecil belum merasakan dampak positif MBG karena kebutuhan bahan untuk program tersebut lebih banyak dipasok melalui pihak tertentu.
“Pedagang-pedagang kecil tidak terlalu dilibatkan. Barang diambil ke satu pihak, jadi seperti dimonopoli. Akibatnya, kami mendapat barang dengan harga lebih mahal dan menjualnya juga lebih sulit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat stok barang di tingkat pedagang kecil menjadi terbatas dan berdampak pada daya saing harga di pasar.
“Pedagang kecil sangat merasakan dampaknya. Kalau bisa, akses mendapatkan barang dipermudah. Kalau sudah dimonopoli, kami kesulitan mendapatkan barang dengan harga yang terjangkau dan akhirnya pembeli juga membanding-bandingkan harga,” katanya.
Enggo berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan akses distribusi bagi pedagang kecil sehingga mereka tetap dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Sementara, harga sejumlah sembako di Pasar Kedondong, Kabupaten Pesawaran masih mengalami fluktuasi, terutama pada komoditas cabai dan bawang.
Meski demikian, beberapa kebutuhan pokok lainnya seperti telur dan minyak goreng masih tergolong stabil.
Salah seorang pedagang di Pasar Kedondong, Enggo mengatakan, kenaikan harga cabai belum menunjukkan perubahan yang signifikan dan masih dipengaruhi oleh kondisi pasokan di pasar.
“Kalau cabai itu tergantung pasokan. Sampai sekarang belum ada pengaruh yang terlalu terasa, memang harganya biasa naik turun,” kata Enggo kepada Tribun Lampung, Minggu (14/6/2026).
Saat ini, harga cabai merah eceran berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Sementara cabai rawit hijau dijual sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Adapun cabai hijau dibanderol sekitar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang mengalami kenaikan. Menurut Enggo, bawang merah saat ini dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga telur masih relatif stabil di angka Rp27 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada minyak goreng yang hingga kini belum mengalami perubahan berarti.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya )
| Antrean Solar di SPBU Mengular 500 Meter, Nyaris Dekati Rumah Eks Gubernur Lampung |
|
|---|
| Puluhan SSB di Lampung Bersaing di Grassroots Festival Sepakbola Piala Presiden 2026 |
|
|---|
| Truk Tronton Kecelakaan di Pulau Panggung Telah Dievakuasi |
|
|---|
| Truk Bermuatan Gabah Tergelincir di Jalinbar Pesawaran, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat |
|
|---|
| Pesan Disdikbud Bandar Lampung untuk Siswa yang Kini sedang Libur Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/HARGA-KOMODITAS-Pedagang-sembako-Pasar-Gadingrejo.jpg)