TOPIK
Penembakan di Kota Metro
-
Gelap mata karena utang Rp1 juta, penagih koperasi ilegal berumur 19 tahun nekat tembak ASN di Metro hingga tewas di depan anak dan istrinya.
-
Dedi, warga Jalan Fajar Asri, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, tewas mengenaskan dengan luka tembakan di kepala, Sabtu (23/5/2026) malam.
-
Korban penembakan, Dedi Christian Agung (DCA), mengalami luka tembak di bagian wajah dengan satu proyektil peluru berukuran 9 mm bersarang
-
Penembakan itu dilakukan oleh orang yang tadinya menghampiri DCA, suami Vita.
-
Sering ancam korban, Fajar nekat tembak ASN di Metro hingga tewas di depan anak-istri. Vita ungkap fakta ngeri ini di sela pemakaman.
-
Saksi Mr mengaku mendengar suara letusan senjata api sebelum pedagang ayam geprek ditemukan terkapar usai ditembak oleh pelaku.
-
Terungkap motif penembakan pedagang ayam geprek di Kota Metro, dipicu oleh utang Rp 1 juta.
-
Korban yang juga dikenal sebagai pedagang ayam geprek tersebut dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) 16C Metro Barat pada Minggu (25/5/2026).
-
Romli datang langsung mendampingi pelaku bersama keluarga saat proses penyerahan diri di Mapolres Lampung Utara, Minggu (24/6/2026).
-
Ketakutan pelaku penembakan berinisial FJP ini karena yakin jika dirinya tidak akan bisa lolos dari kejaran petugas.
-
Kepergian tragis ASN Dinas Perikanan Lampung Tengah tersebut meninggalkan seorang istri, Vita Lestari, dan dua anak yang masih kecil.
-
Pelaku penembakan ASN Lampung Tengah, Dedi Kristian Agung (40), berinisial FJP (21), akhirnya buka suara usai menyerahkan diri kepada polisi.
-
Istri ASN korban penembakan di Metro menangis meminta pelaku dihukum berat. Dua anak korban disebut histeris melihat ayahnya tewas ditembak.
-
Pelaku penembakan ASN di Metro akhirnya menyerahkan diri ke polisi. FJP mengaku takut ditembak saat terus bersembunyi dari kejaran petugas.
-
Pelaku penembakan Dedi di Metro, berinisial FJP, mengaku menyerahkan diri karena takut ditembak polisi setelah buron usai menewaskan korban.
-
Warga tak berani menolong Dedi usai ditembak di Metro, Lampung, karena pelaku terus menodongkan pistol ke arah kerumunan warga, yang mencoba mendekat.
-
F (21), pelaku penembakan terhadap ASN yang juga pedagang ayam geprek di Metro, menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Utara, Minggu (24/6/2026).
-
Polda Lampung mengingatkan penggunaan senpi secara melawan hukum akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
-
Sejak jenazah disemayamkan di rumah duka hingga diberangkatkan ke TPU 16C Metro Barat, para pelayat terus mengalir.
-
Aksi penembakan keji yang menewaskan seorang ASN bernama yang menyambi jadi pedagang ayam geprek, Dedi Kristian Agung (40), di Ganjar Asri.
-
Dedi ditembak di depan istri dan dua anaknya usai cekcok soal utang. Anak korban histeris melihat ayahnya roboh bersimbah darah.
-
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan kepolisian atas peristiwa penembakan di Metro
-
Suasana nobar mencekam, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut selama sekitar lima menit hingga berujung perkelahian fisik dan penembakan
-
Korban Dedi baru dapat dievakuasi sekitar 15 menit kemudian oleh Babinsa bersama warga menggunakan kendaraan pribadi menuju rumah sakit.
-
Teriakan “Ayah kenapa, Bu?” pecah saat Dedi Kristian ditembak di depan istri dan dua anaknya, saat berjualan ayam geprek di Kota Metro, Lampung.
-
Tangis keluarga pecah saat jenazah Dedi Kristian Agung dimakamkan di Metro Barat, seusai tewas ditembak di depan istri dan dua anaknya.
-
Pelaku penembakan pedagang ayam geprek di Metro akhirnya menyerahkan diri sambil membawa senjata api yang dipakai menembak korban.
-
Istri korban, Vita Lestari, yang berada di lokasi kejadian, menyaksikan langsung suaminya tersungkur setelah ditembak
-
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan membenarkan bahwa pelaku penembakan terhadap pedagang ayam geprek
-
Seorang pedagang ayam geprek bernama Dedi Kristian Agung (40) tewas mengenaskan setelah diterjang dua kali tembakan senjata api oleh pria.